Jakartashowbiz.com – Sadar nggak sih kalau cuaca di Jakarta belakangan ini berasa panasnya nyengat banget? Ternyata, ini nggak cuma terjadi di Jakarta aja lho, tapi juga di banyak wilayah lain di Indonesia. Lantas, apa penyebabnya?
Usut punya usut, cuaca panas yang terjadi akhir-akhir ini gara-gara gerak semu matahari. Prakirawan Cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Soenardi ngejelasin kalau saat ini, posisi matahari lagi di wilayah selatan garis ekuator, tepatnya di sekitar Indonesia bagian selatan. Makanya, wilayah yang ada di bagian ‘bawah’ Indonesia suhunya meningkat drastis.
“Dari data yang kami catat, beberapa daerah di Indonesia bagian selatan mencatat suhu berkisar antara 36 hingga 38 derajat Celsius,” ungkap Soenardi.
Baca juga: Stroke Kini Hantui Gen Z! Waspadai Gejala dan Ikuti Cara Menghindarinya Biar Tetap Gaul
Selain gerak semu matahari, faktor monsun Australia juga ikutan bikin hawa panas di Jakarta dan sebagian wilayah Indonesia makin parah. Monsun ini bawa massa udara kering, jadi kelembapan udara menurun dan suhu otomatis berasa lebih nyengat. Nggak heran kalau hawa panasnya berasa banget di kulit.
“Udara kering dari monsun Australia menambah efek panas yang kita rasakan di sejumlah wilayah Indonesia selatan,” jelasnya.
Tapi, ada kabar baiknya nih! Soenardi bilang kalau cuaca panas ekstrem ini diperkirakan bakal mereda di akhir Oktober 2025. Nantinya, curah hujan diperkirakan bakal terjadi dengan intensitas tinggi di beberapa wilayah.
“Kejadian ini kemungkinan besar berakhir di sekitar akhir bulan ini, ketika curah hujan mulai meningkat di banyak daerah,” ujarnya.
Baca juga: Gen Z Wajib Tahu! Ini Risiko Pakai Sepatu Running untuk Aktivitas Sehari-Hari
Menghadapi kondisi yang demikian, BMKG ngasih imbauan penting buat kita semua biar tetap jaga kesehatan. Pastikan asupan cairan cukup, jangan sampai dehidrasi, terus hindarin aktivitas berat di bawah terik matahari.
Selain itu, karena hujan diperkirakan mulai turun di akhir Oktober, masyarakat juga diminta buat hati-hati sama kemungkinan perubahan cuaca ekstrem yang bisa terjadi tiba-tiba. Dengan potensi hujan yang mulai meningkat, kita diimbau buat tetap waspada, termasuk kemungkinan hujan lebat dan angin kencang di awal musim penghujan.