Jakartashowbiz.com – Masa kehamilan kerap identik dengan momen ngidam makanan yang aneh atau susah dicari. Tapi, mitos itu sepertinya nggak berlaku buat pedangdut Lesti Kejora. Di kehamilan anak ketiganya yang sedang berjalan ini, Lesti justru punya keinginan yang berkaitan dengan ekspansi bisnis dan kegiatan sosial.
Sang suami, Rizky Billar, secara terbuka mengungkapkan bahwa Lesti kali ini meminta dirinya untuk menggarap sejumlah proyek serius. Salah satu wishlist Lesti yang harus segera dieksekusi adalah memilikin usaha di bidang restoran. Billar menyebutkan kalau permintaan ini sifatnya cukup mendesak karena Lesti terlihat sangat bersemangat dan antusias melihat progresnya.
“Ngidamnya bukan makanan. Dia malah nyuruh aku ngurusin tenant restoran dan beberapa rencana usaha lainnya. Namanya juga ngidam, jadi harus diturutin,” ujar Rizky Billar di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, belum lama ini.
Baca juga: Jessica Mila Bocorkan Rencana Liburan Natal dan Tahun Baru Bareng Keluarga
Tak hanya itu, Lesti juga punya impian besar untuk membangun fasilitas persalinan gratis. Target utamanya adalah masyarakat di daerah-daerah terpencil yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan yang memadai untuk ibu hamil.
“Aku tuh kepikiran, banyak ibu-ibu di daerah jauh yang susah mau bersalin. Pengen banget ada tempat bersalin gratis atau minimal yang terjangkau buat mereka,” tutur Lesti kemudian.

Menanggapi hal tersebut, Billar membenarkan bahwa fase ngidam istrinya kali ini memang terbilang di luar kebiasaan. Dia menilai apa yang diinginkan sang istri bukan sekadar kemauan impulsif sesaat, melainkan sebuah visi jangka panjang yang matang. Billar menilai ide tersebut sangat positif dan siap memberikan dukungan penuh agar cita-cita sosial istrinya bisa terealisasi.
“Ya kalau itu baik, InsyaAllah kita dukung,” ujar Billar.

Soal ngidam makanan yang biasa terjadi pada ibu hamil, Lesti menegaskan tak terlalu mengalaminya. Lesti menegaskan bahwa fokus utamanya selama kehamilan ini bukanlah memenuhi hasratnya terhadap sesuatu, melainkan menciptakan karya atau fasilitas yang bermanfaat.
“Kalau makanan mah nggak ada. Maunya dibikinin sesuatu saja, entah usaha atau fasilitas sosial,” ujar Lesti Kejora.