Jakartashowbiz.com – Forka Films mengumumkan detail terbaru dari film karya sutradara, Kamila Andini berjudul Empat Musim Pertiwi di JAFF Market 2025. Dalam event tersebut, pihak Forka Films mengumumkan jajaran kolaborator yang menjadi mitra produser eksekutif di film ini, mereka adalah Miles Films, Imajinari, Trinity Optima, Jagartha, Navvaros, dan TEAMUP.
Salah satu yang mendasari keterlibatan Miles Films di film Empat Musim Pertiwi adalah karena kesamaan visi yang dimiliki. Bagi Riri Riza, Kamila Andini memiliki visi dan suara yang luar biasa.
“Miles Films sudah berteman lama dengan Ifa dan Kamila Andini. Film ini memiliki cara pandang khusus, dengan kelompok pembuat film yang luar biasa, memberikan keyakinan akan menjadi film yang istimewa,” ujar Riri Riza.
Baca juga: Film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! Tembus 1,2 Juta Penonton Hanya Dalam 3 Hari
Sementara itu, Poduser dan Co-Founder Imajinari, Ernest Prakasa mengungkapkan jika sejak tahun ini Imajinari mulai memberikan dukungan dan menjalin kolaborasi dengan berbagai judul-judul film dan rumah produksi lain. Dia pun merasa tertarik dengan cerita yang ditawarkan oleh film Empat Musim Pertiwi.
“Saat membaca naskah Empat Musim Pertiwi, sebagai penonton film-film Kamila Andini, saya merasa naskahnya ada sentuhan yang berbeda. Saat membacanya, ada ketegangan. Namun, ada satu hal yang menjadi benang merah dari karya-karya Kamila Andini, yakni urgensi dalam membuat filmnya menjadi penting,” ujar Ernest Prakasa.

Di sisi lain, Produser Empat Musim Pertiwi Ifa Isfansyah mengungkapkan antusiasmenya dalam mengumumkan jajaran kolaborator yang turut mendukung perjalanan film ini. Menurut Ifa, dengan dukungan jajaran kolaborator tersebut, film Empat Musim Pertiwi menjadi film dengan skala terbesar yang pernah ditanganinya.
“Senang sekali karena ini adalah film terbesar dari Kamila Andini yang selama ini saya produseri. Melibatkan banyak mitra, dengan dukungan pendanaan yang besar, namun tetap memberikan ruang kemerdekaan. Film Empat Musim Pertiwi membawa suara yang penting dari Kamila Andini, yang juga penting untuk didengar
oleh banyak penonton,” kata Ifa Isfansyah.
“Melalui karakter Pertiwi, yang ingin dibicarakan di film ini adalah kekuatan kolektif perempuan,” Kamila Andini, sutradara sekaligus penulis Empat Musim Pertiwi.

Sebelumnya, Empat Musim Pertiwi telah mengumumkan jajaran lengkap
pemainnya yang terdiri dari Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Malasan, Iswadi Pratama, Hargi Sundari, Totos Rasiti, Maryam Supraba, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradyana, Donikus, Shofia Shireen, dan Hana Aretha.
Putri Marino yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Ifa Isfansyah dan Kamila Andini dalam serial hit Gadis Kretek mengatakan jika kolaborasi terbarunya bersama Ifa dan Kamila di Empat Musim Pertiwi menjadi sebuah proses yang menyenangkan.
“Saat diceritakan naskahnya, dan kemudian membacanya, seru sekali. Menurut saya ini cerita yang penting. Saya memerankan karakter perempuan yang berada di lingkungan yang tidak mendengarkan apa yang ingin disuarakan,” ujar Putri Marino.
Empat Musim Pertiwi yang memiliki judul internasional Four Seasons In Java merupakan ko-produksi antara Indonesia, Belanda, Norwegia, Prancis, Jerman, dan Singapura. Sebelumnya, film ini telah terpilih untuk mengikuti berbagai program pendanaan internasional seperti Berlinale Co-production Market 2025, Tokyo Gap Financing Market 2025, dan Venice Gap-Financing Market 2025.
Dalam ajang Tokyo Gap-Financing Market (TGFM) 2025 yang menjadi bagian dari Tokyo International Film Festival (TIFF), Empat Musim Pertiwi memenangkan dua penghargaan, yaitu Tokyo Project Award dan Kongchak Studio Award. Tokyo Project Award diberikan oleh komite seleksi kepada proyek paling menonjol berdasarkan pertemuan langsung dengan para perwakilan proyek. Sementara Kongchak Studio Award merupakan dukungan dari studio berbasis di Kamboja, berupa layanan sound post-production.