Soal Film Ghost in the Cell, Abimana Aryasatya: Ini Gambaran Jelas Situasi Indonesia

Yuri Setiawan
3 Min Read
Abimana Aryasatya. Foto: Poplicist

Jakartashowbiz.com – Setelah mendapat sambutan ketika world premiere di Berlin International Film Festival 2026, film Ghost in the Cell merilis official trailer yang menjanjikan tontonan yang sangat menghibur dan berisi. Menampilkan kengerian yang ada di penjara, saat para napi dalam ruang terbatas dihantui oleh kekacauan yang meneror.

Berlatar di sebuah penjara Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell memadukan horor dengan kritik sosial untuk membongkar bagaimana sebuah sistem bisa melindungi kekuasaan bahkan di tempat yang
seharusnya menjadi ruang hukuman. Film ini menampilkan deretan aktor terbaik Indonesia, film karya sutradara Joko Anwar ini menggabungkan aspek horor supranatural, satir tentang politik dan situasi sosial yang terjadi di Indonesia, dan dikemas dengan cara yang memanjakan penonton secara visual dan audio.

“Penjara adalah cerminan hidup secara sosial dan politik. Ada pejabat lapas sebagai pemerintah, dan ada napi sebagai rakyat. Ada dinamika kuasa, dan dinamika antar napi yang mencerminkan masyarakat kita. Film ini didesain buat penonton tertawa lepas karena ngeliat kehidupan kita sendiri,” ujar Joko Anwar dalam keterangannya.

Baca juga: Kisah Sahabat Nabi Muhammad SAW yang jadi Inspirasi Nama Anak Ketiga Irwansyah – Zaskia Sungkar

Ghost in the Cell dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar
Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang serta Magistus Miftah.

Ghost in the Cell
Cast dan kru film Ghost in the Cell. Foto: Poplicist

Abimana Aryasatya, yang memerankan karakter Anggoro dan menjadi pemeran utama di film ini menuturkan, Joko memberinya kebebasan artistik dalam menerjemahkan karakternya saat berakting. Baginya, film ini akan membuka mata dan pikiran banyak orang Indonesia untuk berefleksi terhadap apa yang terjadi saat ini.

“Meski latarnya adalah penjara dan para karakternya adalah para napi, bagi saya ini seperti gambaran yang jelas tentang situasi kekacauan yang terjadi di Indonesia sekarang. Justru, dari para napi ini kita juga bisa belajar semangat kolektivisme untuk melakukan sebuah tindakan, saat kita tidak bisa bergantung dan mengandalkan institusi resmi,” ujar Abimana.

Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Film ini akan tayang di bioskop mulai 16 April 2026.

Share This Article