Anaknya Beranjak Remaja, Ben Kasyafani Mau jadi Orangtua yang Asik

Yuri Setiawan
3 Min Read
Ben Kasyafani. Foto: Instagram/@benkasyafani

Jakartashowbiz.com – Sienna Ameerah Kasyafani, putri dari Ben Kasyafani dan Marshanda, sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik, cerdas, dan makin mandiri. Di usia sang amak yang kini sudah menginjak 12 tahun, Ben Kasyafani mengakui mendapat tantangan baru sebagai seorang ayah.

Isu pergaulan dan kedekatan dengan lawan jenis kini mulai jadi topik yang bikin Ben mulai overthinking soal anak kesayangannya itu. Ben secara jujur mengakui kalau dirinya mulai merasa deg-degan saat melihat ada beberapa anak laki-laki yang mulai mencoba mendekati Sienna.

Meski begitu, Ben berusaha realistis dan menerima kalau fase ini adalah bagian alami dari proses pertumbuhan dan pendewasaan anak remaja seusia Sienna yang harus dihadapi dengan bijak oleh setiap orangtua.

“Banget. Ya sudah pastilah. Ini semua satu paket menghadapi dan menemani dia di usia remaja. Jadi ya harus belajar beradaptasi,” ujar Ben Kasyafani.

Baca juga: Ben Kasyafani Puji Ketangguhan Marshanda Demi Sienna

Supaya tetap bisa memantau aktivitas sang putri tanpa terkesan mengekang atau jadi ayah yang menyebalkan, Ben memilih pendekatan yang asik lewat komunikasi mereka. Dia ingin Sienna merasa nyaman dan buat curhat tentang kesehariannya, termasuk soal kemungkinan mulai dekat dengan lawan jenis.

“Yang penting aku sama Sienna tetap dekat. Jadi apapun dia cerita, ‘Yah, aku sudah sampai sini’. Kan kalau begitu kita bisa mantau,” katanya.

Ben Kasyafani - Marshanda
Ben Kasyafani – Marshanda. Foto: Instagram/@benkasyafani

Meskipun memberikan ruang bagi Sienna untuk tetap bersosialisasi dan memperluas pergaulannya, Ben tetap menerapkan batasan-batasan tertentu yang wajib dipatuhi. Ben bahkan berinisiatif untuk mengenal siapa saja teman-teman Sienna, termasuk teman laki-laki yang terlihat cukup akrab dengan putrinya itu.

“Ada beberapa hal yang belum boleh, ya tetap kita pagerin. Tapi aku kenal kok sama teman-temannya. Bahkan ada boys yang akrab sama dia, ya aku kenal juga,” tuturnya.

Terkait urusan cinta monyet atau dunia pacaran remaja, Ben memilih untuk tidak menjadi orangtua yang terlalu keras. Alih-alih melarang, dia justru mendorong Sienna untuk belajar berpikir kritis, menilai karakter orang, dan mengambil keputusan yang matang buat dirinya sendiri.

“Berteman sih oke. Aku membiasakan dia menilai sendiri. Misalnya, ‘ini cocok nggak buat aku?’. Aku cuma kasih tahu konsekuensinya. Biar dia terlatih buat memutuskan,” kata Ben.

Namun, di balik kebebasan yang bertanggung jawab itu, Ben tetap memegang kendali utama. Baginya, pengawasan orang tua tetaplah nomor satu agar sang anak tidak salah langkah dalam pergaulan remajanya yang semakin luas.

“Tapi tetap harus kita awasin. Kalau enggak, bisa colongan,” pungkasnya.

Share This Article