Jakartashowbiz.com – Musisi sekaligus pentolan band Dewa 19, Ahmad Dhani, resmi meresmikan restoran Dewa 19 Restography Javarock yang berlokasi di Jalan Kemang Raya No. 81, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).
Restoran ini mengusung konsep fine dining bintang lima yang memadukan kuliner, musik, seni, dan sejarah dalam satu ruang budaya.
Ahmad Dhani menjelaskan, kehadiran Javarock merupakan pengembangan dari bisnis kuliner sebelumnya, Kopi Dewa 19, yang selama ini dikenal sebagai restoran bintang tiga dengan konsep lebih merakyat.
“Kalau Kopi Dewa itu bintang tiga. Nah, yang bintang lima namanya Javarock. Ini bagian dari Dewa 19 Restography, restoran yang bukan hanya menjual makanan, tapi juga menjual culture,” ujar Ahmad Dhani kepada wartawan.
Baca juga: Diterpa Isu Miring, Nia Ramadhani Beri Klarifikasi
Bangunan Heritage Tahun 1922 Jadi Ikon Utama
Dewa 19 Restography Javarock berdiri di bangunan heritage peninggalan era Belanda tahun 1922. Seluruh elemen bangunan, mulai dari tiang, kusen, hingga lantai, masih mempertahankan keaslian struktur lama.
“Bangunan ini rumah Belanda asli tahun 1922. Semua elemen masih original dan sesuai dengan konsep heritage yang kami inginkan,” kata Dhani.
Tak hanya itu, dekorasi interior, tata cahaya, hingga pemilihan ornamen dikerjakan langsung oleh Ahmad Dhani sebagai bentuk totalitas terhadap konsep yang diusung.
Sajikan 50 Persen Menu Western dan 50 Persen Indonesia
Dari sisi kuliner, Javarock menghadirkan 50 persen menu Western dan 50 persen menu khas Indonesia. Ahmad Dhani menegaskan, kualitas makanan menjadi tantangan utama dalam bisnis restoran.
“Mau jual culture, musik, atau seni, tetap saja ini restoran. Tantangan nomor satu ya makanannya harus enak,” tegasnya.
Beberapa menu andalan yang disebut unggul antara lain sop buntut, bebek, dan ribs, dengan harga yang diklaim lebih terjangkau dibanding restoran fine dining sekelasnya.
Untuk tiga bulan awal, harga ribs dibanderol sekitar Rp250 ribu, jauh di bawah harga restoran serupa yang bisa mencapai Rp450 ribu.
Baca juga: Masih Belum Mau Dipublikasi, Billy Syahputra Kasih Bocoran soal Tampang Anak Pertamanya
Musik dan Koleksi Sejarah Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu pembeda utama Javarock adalah kurasi musik dan visual yang sepenuhnya ditangani Ahmad Dhani. Video klip dan musik yang diputar diklaim tidak ditemukan di tempat lain.
“Musik dan videonya hasil kurasi saya. Bahkan saya makan malam di Hard Rock Los Angeles, musiknya masih bagusan di sini,” ujar Dhani.
Selain itu, restoran ini menampilkan koleksi foto dan lukisan tokoh-tokoh sejarah Mataram Islam, termasuk Raja-Raja Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta, yang sebagian besar berasal dari koleksi pribadi Ahmad Dhani.
Baca juga: Ingin Go Internasional, Band Fearless Bidik Belgia dan Belanda Untuk Tur Perdana di Eropa
Target Ekspansi ke Surabaya dan Ibu Kota Provinsi
Setelah Jakarta, Ahmad Dhani memastikan Dewa 19 Restography Javarock akan dibuka di Surabaya dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan. Ke depannya, restoran bintang lima ini ditargetkan hadir di ibu kota provinsi dengan lokasi premium.
“Kalau Javarock hanya di ibu kota provinsi. Kalau Kopi Dewa bisa di semua kota,” jelasnya.
Ahmad Dhani juga membuka peluang kerja sama dan sistem franchise, dengan nilai investasi untuk Kopi Dewa mulai dari Rp500 juta, sementara Javarock membutuhkan investasi minimal Rp3 miliar.
Baca juga: Alzheimer yang Diidap Ayahnya Ubah Sudut Pandang Chris Hemsworth Soal Kesuksesan
Disiapkan sebagai Passive Income Jangka Panjang
Lebih jauh, Ahmad Dhani mengungkapkan bahwa bisnis kuliner ini disiapkan sebagai investasi jangka panjang dan passive income, terinspirasi dari konsep global seperti Hard Rock Cafe.
“Kalau band harus butuh kehadiran saya. Kalau restoran, setelah jadi, kita tinggal menunggu. Ini memang disiapkan untuk masa depan,” pungkasnya.
Dengan konsep budaya, sejarah, dan musik yang kuat, Dewa 19 Restography Javarock diharapkan menjadi destinasi kuliner sekaligus ruang budaya baru di Jakarta.