JakartaShowbiz.com – Brand kopi lokal Kopi Dewa 19 resmi mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran dengan membuka outlet di seluruh bandara di Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui kerja sama strategis antara Kopi Dewa 19 dan Taurus Gemilang Group, perusahaan nasional yang berpengalaman di sektor Food & Beverage (F&B) transportasi.
Pendiri sekaligus pemilik brand Kopi Dewa 19, Ahmad Dhani Prasetyo, menyebut kehadiran Kopi Dewa 19 di bandara berawal dari peluang kerja sama yang terbuka luas.
“Sebetulnya kami maunya di mana-mana. Kebetulan ada yang menawarkan di bandara, ya kenapa tidak. Kalau ada yang nawarin di pinggir jalan juga monggo,” ujar Ahmad Dhani dalam jumpa pers.
Menurut Dhani, pengembangan Kopi Dewa 19 saat ini dilakukan bertahap. Sejumlah outlet tengah disiapkan di berbagai daerah, termasuk Mal Cipulir, Cikarang, Bromo, serta Surabaya yang akan memiliki beberapa gerai dengan konsep berbeda.
“Kopi Dewa itu seperti hotel, ada bintang 3, bintang 4, dan bintang 5. Yang kami kelola langsung ini bintang 5. Grand opening yang konsep bintang 5 rencananya Januari dan Februari,” jelas Dhani.
Untuk sektor bandara, Dhani memastikan Bandara Surabaya dan Bandara Solo menjadi lokasi awal yang sudah masuk agenda pengembangan. Ke depan, targetnya adalah hadir di seluruh bandara nasional.
“Target outlet? Pokoknya selama ada yang kosong, kita isi,” tegasnya.
Baca juga: Starrducc Resmi Rilis Mini Album ‘Starrducc III’ Lewat Label Jepang
Dhani juga blak-blakan soal alasan terjun ke bisnis kopi. Selain peluang bisnis, Kopi Dewa 19 disebut sebagai perpanjangan dari konten dan perjalanan sukses grup band legendaris Dewa 19.
“Alasan bisnis ya cari cuan. Tapi Kopi Dewa 19 juga membawa konten success story Dewa 19 supaya bisa jadi inspirasi generasi muda,” katanya.
Soal investasi, Dhani menyebut modal kerja sama Kopi Dewa 19 cukup fleksibel, dengan nilai awal mulai dari Rp500 juta, tergantung konsep dan skala outlet.
CEO Kopi Dewa 19, Leonard Darmawan, menambahkan bahwa selain pengembangan gerai fisik, Kopi Dewa 19 juga tengah menyiapkan aplikasi khusus untuk mendukung ekosistem digital brand tersebut.
“Kami ingin Kopi Dewa 19 hadir nasional. Setiap daerah nanti punya menu khas yang berbeda, mengangkat kearifan lokal,” ujar Leonard.
Menurutnya, Kopi Dewa 19 tidak ingin menyamaratakan menu seperti kebanyakan brand kopi lainnya.
“Di setiap daerah, kami konsultasi dengan ahli kopi dan warga lokal. Menu di satu daerah tidak akan sama dengan daerah lain, termasuk di bandara,” jelasnya.
Leonard bahkan optimistis Kopi Dewa 19 bisa bersaing dengan brand kopi global.
“Mas Dhani percaya Kopi Dewa 19 bisa mengalahkan Starbucks,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Taurus Gemilang Group, Budi Purnomo, menyebut pihaknya tertarik bekerja sama karena melihat potensi besar Kopi Dewa 19 sebagai brand lokal dengan kekuatan nama dan konsep.
“Kami bergerak di F&B transportasi. Kami mencari brand lokal yang punya potensi besar. Kopi Dewa 19 unik, nama Dewa luar biasa, dan cocok dibawa ke bandara sebagai representasi kearifan lokal,” kata Budi.
Ia menargetkan Kopi Dewa 19 menjadi tujuan baru penumpang di area keberangkatan maupun kedatangan bandara.
Kopi Dewa 19 menghadirkan konsep outlet bertingkat, mulai dari bintang 3 (grab and go), bintang 4 (restoran), hingga bintang 5 yang bersifat premium dan entertainment.
“Kopi Dewa 19 bintang 5 itu luasnya bisa 400 sampai 500 meter persegi. Ada live music, hiburan, bahkan rencana Dewa 19 Idol,” jelas Leonard.
Ahmad Dhani menegaskan, di mana pun berada termasuk di bandara, Kopi Dewa 19 tetap membawa konten utama berupa kisah sukses Dewa 19, terinspirasi dari konsep restoran musik legendaris dunia.
“Hard Rock Cafe bisa eksis karena kontennya. Kopi Dewa 19 juga punya konten kuat, yaitu perjalanan dan kesuksesan Dewa 19,” pungkas Dhani.