Jakartashowbiz.com – Di era sosial media seperti sekarang, banyak orang yang memanfaatkan konten digital sebagai pendulang popularitas. Namun, bagi Maria Alina, rutin membuat konten untuk platform TikTok dan Instagram ternyata bukan cuma demi mencari engagement.
Punya background sebagai model, Maria Alina melihat peluang besar di dunia digital yang kini semakin berkembang. Maka dari itu, sejak tahun 2024, dia pun mulai menyeriusi dunia digital dan menjadikannya tak hanya tempat berbagi rutinitas, tapi juga wadah mengekspresikan diri.
“Saya melihat konten bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai representasi diri dan juga peluang untuk jangka panjang. Saya ingin jadi contoh bahwa kalau manusia mau berkembang dan berani tampil, semua manusiapun juga bisa melakukannya. Kalau saya saja bisa, orang lain juga pasti bisa,” kata Maria Alina.
Baca juga: Bukan Lagi Alkohol, Ini Hal yang Bikin Demi Lovato Nyaman saat Bersosialisasi
Hasilnya pun tak main-main, dalam waktu yang relatif singkat, Maria Alina sudah memiliki puluhan ribu pengikut di Tiktok dan lebih dari 100 ribu follower di Instagram. Namun, tak cuma menghibur pengikutnya, Maria Alina ingin konten-konten yang dibagikan juga bisa memberi inspirasi dan motivasi bagi mereka yang ingin berkembang memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada.
“Yang sesungguhnya jadi trigger adalah keinginan untuk memberi influence yang positif. Saya ingin jadi contoh bahwa kalau manusia mau berkembang dan berani tampil, semua manusia pun juga bisa melakukannya. Kalau saya saja bisa, orang lain juga pasti bisa,” jelasnya.

Dan, apa yang menjadi tujuan awal Maria Alina rajin berkonten pun nyatanya bisa dibilang sukses. Menurutnya, dengan konten-konten yang selama ini dibuat, dia berhasil membentuk personanya sendiri. Dia pun berharap apa yang disampaikan di platform sosial media bisa memotivasi banyak pengikutnya untuk berani bertumbuh.
“Kalau dari yang saya rasakan dan dari feedback followers, persona yang terbentuk itu adalah perempuan yang bertumbuh. Saya menampilkan sisi kecantikan dan fashion, tapi juga kedewasaan dan proses. Saya pernah ada di fase insecure, pernah berjuang dari nol membangun usaha, dan sekarang sudah menjadi ibu, tetapi dengan percaya diri, dengan merawat diri dan meningkatkan berbagai macam value yang ada di diri saya. Jadi bukan hanya soal penampilan, tapi tentang perkembangan diri,” pungkasnya.