Yoko City Ghost Singgung Sejarah Kelam Tahun 1974 di Lagu Baru

Yuri Setiawan
3 Min Read
Yoko City Ghost. Foto: Demajors

Jakartashowbiz.com – Grup band asal Medan, Yoko City Ghost membuka tahun baru dengan karya anyar. Lagu berjudul Malari 74 dirilis sambil mempersiapkan album kedua mereka yang sedang dalam proses produksi.

Bekerjasama dengan label musik Demajors, lagu Malari 74 memotret kelamnya peristiwa tanggal 15 Januari 1974, yakni demonstrasi besar mahasiswa dan kerusuhan sosial di Jakarta. Kejadian tersrbut dipicu oleh kedatangan PM Jepang waktu itu, Kakuei Tanaka, dimana massa memprotes dominasi modal asing, korupsi, dan tingginya harga pokok, yang berujung pada kerusuhan yang menyebabkan 11 korban jiwa. 

“Kenapa mengangkat peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974? Jawabannya sederhana tapi sentimentil buat kami. Kami selalu merasa punya ikatan batin yang aneh dengan era 70-an. Rasanya kami adalah sebentuk entitas yang terjebak atau justru berasal dari dekade tersebut, tapi hidup di masa kini,” kata Yoko City Ghost dalam keterangannya.

Baca juga: Shanty Rilis Lagu I Do, Perwujudan Doa yang Ditulis dalam Jurnal Pribadi

Lewat lagu Malari 74, mereka memotret sejarah, meresapinya, lalu membalutnya dengan sound masa kini yang dibayangkan di masa itu. Ini adalah ode buat masa lalu, diputar dengan mesin waktu bernama neo-psikedelik.

“Tapi, kejutan di Malari 74 bukan cuma soal konsep. Kalau kalian pasang kuping baik-baik, kalian bakal nemuin nuansa yang berbeda. Lewat lagu ini, kami ingin ngenalin vokalis baru kami,” beber mereka.

Yoko City Ghost
Yoko City Ghost. Foto: Demajors

Ya, untuk lagi Malari 74, Yoko City Ghost mendapuk Tony Ruin sebagai vokalis baru. Kehadirannya melengkapi formasi anyar yang berisi Tengku Ariy (bass), Ridho Zuhri (gitaris), Kristian Glahita (keyboard), Jose Ludofikus (drummer), dan Evan Ewaldo (synthesizer & sequencer). Saat ini, mereka sedang menyiapkan album kedua bertajuk Back to Earth yang dijadwalkan rilis tahun ini.

“Anggap saja lagu ini sebagai teaser perjalanan panjang kita di album kedua nanti. Akan masih banyak eksplorasi ugal-ugalan yang kami siapkan. Duduk tenang, putar yang kencang, resapi liriknya, dan selamat datang di era baru Yoko City Ghost,” pungkas mereka.

Yoko City Ghost adalah band neo psikedelia asal Medan, yang menggabungkan elemen indie rock, baroque dan lirikal puitik dalam menyuarakan kegelisahan personal akan kematian, romansa, sci-fi dan absurdisme. Sebelumnya, mereka sudah merilis satu album, Sputnik-1 (2024), dan 4 (empat) buah single.

Share This Article