Jakartashowbiz.com – Visinema Studios resmi merilis teaser poster terbaru film mereka, Na Willa, yang akan tayang di bioskop Indonesia pada Lebaran 2026. Dalam teaser poster yang resmi dirilis, penonton diajak melangkah lebih dekat ke dunia yang dilihat dari sudut pandang seorang anak, dimana hal-hal sederhana terasa besar, ajaib, dan penuh imajinasi.
Berbeda dari teaser poster sebelumnya, di versi yang terbaru, Na Willa menangkap bagaimana seorang anak memandang dunia di sekitarnya. Tubuh Na Willa terasa kecil, sementara benda-benda yang akrab dalam keseharian seperti kaleng kerupuk, radio, hingga buah pisang, hadir dalam skala yang terasa raksasa, magis,
dan sinematik. Ini menjadi petunjuk awal tentang perasaan yang akan dibawa film ini saat ditonton di bioskop, yakni keajaiban-keajaiban kecil yang lahir dari cara anak memaknai dunia.
“Lewat sudut pandang Na Willa, kami ingin mengajak penonton kembali merasakan bagaimana melihat dunia dengan rasa kagum. Seperti anak-anak di dalam diri kita yang penuh imajinasi, rasa ingin tahu, dan kehangatan yang kerap terlupakan seiring bertambahnya usia,” ujar Anggia Kharisma, produser Na Willa sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios.
Baca juga: Medan Pride! Michelle Ziudith Bangga Ikut Gabung di Film AIUEO: Macam Betool Aja
Karakter utama Na Willa yang diperankan Luisa Adreena digambarkan sangat menyukai pisang dan mendengarkan radio. Kedua benda itu pun dimunculkan dalam teaser poster yang menggemaskan dan terasa magical dalam dunia realis. Sementara itu, tangan Na Willa menggapai tutup kaleng kerupuk yang dilihatnya begitu besar.
Film Na Willa sendiri digarap oleh tim kreator Jumbo, yakni Ryan Adriandhy sebagai penulis sekaligus sutradaranya. Selain Luisa Adreena sebagai Na Willa, film ini juga dibintangi oleh Irma Rihi sebagai Mak, serta Junior Liem sebagai Pak. Ada pula nama-nama seperti Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla
Artalidia, dan Putri Ayudya yang turut bermain di dalamnya.
“Lewat Na Willa, saya ingin mengajak penonton menyusuri Indonesia di era 1960-an dari sudut pandang seorang anak berusia enam tahun, ketika dunia kecil terasa luas dan penuh kemungkinan. Dari kacamata anak, hal-hal sederhana seperti rumah, gang, radio, atau kaleng kerupuk bisa terasa hidup dan magis. Perspektif inilah yang ingin kami hadirkan, cara melihat dunia dengan rasa ingin tahu, imajinasi, dan kepekaan yang jujur,” ujar Ryan Adriandhy.

Cerita Na Willa diangkat dari buku karya Reda Gaudiamo, yang mengisahkan Willa, gadis kecil enam tahun yang percaya dunia kecilnya di sebuah gang di Surabaya adalah tempat paling sempurna dan magis. Tempat di mana lagu dari radio terasa hidup, kios langganan yang selalu penuh kejutan, dan setiap hari adalah hari untuk bertualang bersama teman-temannya.
Namun ketika sahabatnya mengalami kecelakaan dan satu per satu teman bermainnya mulai masuk sekolah, dunia Willa perlahan berubah dan terasa semakin sepi, membuat Willa bertekad mengikuti teman-temannya ke bangku sekolah, dengan harapan semua bisa kembali seperti semula.
Masuk sekolah justru membuka dunia baru yang terasa asing dengan aturan, batasan, dan rasa tidak dimengerti. Di sanalah Willa perlahan belajar bahwa tumbuh berarti berdamai dengan perubahan. Bahwa keajaiban tidak selalu hilang, hanya berpindah tempat.