Jakartashowbiz.com— Kepekaan terhadap isu lingkungan dan sosial ditanamkan sejak dini melalui cara yang kreatif dan bermakna. Hal tersebut tercermin dari langkah Caleb, siswa BINUS SCHOOL Simprug, yang menyuarakan pentingnya menjaga ekosistem alam dan satwa khas Indonesia melalui medium seni lukis.
Dalam kegiatan Media Gathering yang digelar di BINUS SCHOOL Simprug, Rabu (21/1/2026), Caleb memamerkan karya-karya lukisannya yang lahir dari proses panjang eksplorasi imajinasi, empati, dan kepedulian terhadap keberlangsungan fauna Indonesia. Proyek ini merupakan kolaborasi antara Caleb, BINUS Creativerse, serta melibatkan program Service Action yang menjadi bagian dari kurikulum sekolah.
Baca juga; Jakarta Makin Inklusif! 32 Bus Sekolah Gratis Ramah Disabilitas Resmi Mengaspal
Ibunda Caleb, Verlita Evelyn, mengungkapkan bahwa ketertarikan Caleb pada seni lukis awalnya tidak direncanakan secara khusus oleh keluarga. Namun, dukungan sekolah terhadap minat dan bakat siswa menjadi kunci berkembangnya potensi tersebut.
“Awalnya kami tidak menyangka dia punya bakat menggambar. Tapi karena dia suka dan hasilnya bagus, kami sebagai orang tua tidak ingin memaksakan arah lain. BINUS sangat mengakomodasi minat anak, salah satunya lewat proyek PYP X yang menjadi pemicu awal,” ujar Verlita.
Melalui proyek pertamanya tersebut, karya Caleb dan teman-temannya bahkan sempat dijadikan produk yang hasil penjualannya didonasikan kepada NGO lingkungan. Pengalaman tersebut menjadi titik balik bagi Caleb untuk memahami bahwa karya seni dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Lebih lanjut, Verlita menjelaskan bahwa ide pengembangan karya Caleb kemudian melibatkan anak-anak dari Wahana Visi Indonesia, sehingga seni tidak hanya menjadi medium ekspresi, tetapi juga sarana berbagi dan kolaborasi sosial.
“Caleb ingin semua anak merasa memiliki. Dia senang bisa berbagi, mengajari, dan berkarya bersama. Baginya, warna, bentuk, dan ukuran tidak harus sama. Yang penting adalah pesan untuk melindungi makhluk hidup,” jelasnya.
Pesan tersebut juga ditegaskan langsung oleh Caleb. Menurutnya, perbedaan warna, ukuran, maupun bentuk bukanlah hal utama.
“Yang paling penting adalah melindungi mereka (hewan langka). Banyak hewan yang terancam punah, dan mereka sebenarnya punya peran baik bagi alam,” tutur Caleb.
Kepala Sekolah BINUS SCHOOL Simprug, Isaac Koh, menambahkan, sekolah sangat menaruh perhatian besar pada pengembangan minat dan potensi siswa melalui pembelajaran yang melampaui batas ruang kelas.
Sekolah secara aktif mendukung siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka dalam berbagai kegiatan yang tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Karya siswa tidak hanya menjadi hasil pembelajaran, tetapi juga memiliki nilai dan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Melalui kolaborasi ini, kami memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitasnya sekaligus belajar tentang empati, berpikir kritis, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi Caleb, sekaligus bukti bahwa tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten sejak usia muda dapat membawa dampak besar bagi lingkungan dan masa depan ekosistem Indonesia.