Gandhi Fernando Ubah Legenda Timun Mas jadi Horor Mencekam Lewat Film Penunggu Rumah: Buto Ijo

Yuri Setiawan
3 Min Read
Gandhi Fernando di Gala Premier film Penunggu Rumah: Buto Ijo. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Cerita rakyat legendaris, Timun Mas dirombak menjadi sajian horor yang bikin merinding lewat film Penunggu Rumah: Buto Ijo. Film produksi kolaborasi Creator Media, Maxstream Studios, Seru Juga Film Studio, dan Vibe ini menawarkan interpretasi baru terhadap folklor Indonesia di tengah gempuran horor bernuansa klenik.

Gandhi Fernando, yang memborong peran sebagai produser, penulis, sekaligus pemain, menegaskan misinya untuk menghadirkan sentuhan yang fresh ke layar bioskop. Dia ingin mengangkat nostalgia masa kecil menjadi teror modern yang relevan buat jadi tontonan masyarakat luas.

“Kita semua pasti tau kisah Timun Mas dan Buto Ijo yang legend sekali. Waktu kecil kita membaca atau sekadar didongengkan. Nah film ini mengemas cerita tersebut dalam versi horor modern yang lebih mencekam dan kelam, tapi tetap ruh cerita Timun Mas-nya tidak menghilang. Tentu ini belum pernah diangkat di film-film Indonesia sebelumnya,” ksta Gandhi Fernando.

Baca juga: Rio Dewanto Curhat Beratnya Main Sinetron Jejak Duka Diandra

Disutradarai oleh Achmad Romie, film ini berpusat pada kehidupan Srini (Celine Evangelista), seorang janda yang mulai diguncang teror misterius menjelang ulang tahun ke-6 putrinya. Putus asa menghadapi gangguan makhluk tak kasat mata, Srini menghubungi mantan kekasihnya, Ali (Gandhi Fernando), yang berprofesi sebagai konten kreator horor.

Bersama adiknya, Lana (Valerie Thomas), Ali awalnya kejadian aneh yang dialami Srini bisa jadi bahan konten. Tapi, situasi berubah mencekam ketika sosok Buto Ijo benar-benar menampakkan diri dan menjadi ancaman nyata. Teror yang muncul tak hanya bersifat fisik, tapi juga mengupas lapisan rahasia kelam yang tersembunyi di rumah tersebut.

Film Penunggu Rumah: Buto Ijo
Gala Premier Film Penunggu Rumah: Buto Ijo. Foto: Jakartashowbiz

Gandhi menekankan bahwa film ini dirancang untuk punya pesan kuat tentang janji dan konsekuensi, di mana sosok Buto Ijo hadir sebagai representasi sisi gelap dari pilihan manusia itu sendiri.

“Dalam film ini, kami mencoba melihat Buto Ijo bukan hanya sebagai sosok menakutkan, tetapi sebagai simbol dari kesepakatan, janji, dan konsekuensi yang sering diabaikan manusia. Horornya kami bangun dari situasi yang terasa dekat, sehingga penonton bisa ikut merasakan emosi dan ketakutan para karakternya,” bebernya.

Selain nama-nama yang sudah disebutkan, film Penunggu Rumah: Buto Ijo juga dibintangi oleh Meryem Hasanah dan Arie Dwi Andhika, dimana soundtrack-nya dinyanyikan oleh Ardina Rasti. Buat yang penasaran, Penunggu Rumah: Buto mengadakan pemutaran spesial pada 10 dan 11 Januari di beberapa kota sebelum rilis serentak pada 15 Januari 2026.

Share This Article