Popularitas K-Food Makin Meningkat, Paviliun Korea di SIAL INTERFOOD 2025 Ramai Peminat

Yuri Setiawan
3 Min Read
Suasana Paviliun Korea di SIAL INTERFOOD 2025. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Selain musik dan dramanya, makanan Korea Selatan (K-Food) perlahan mulai mendapat antusiasme tinggi dari pasar global. Di Indonesia sendiri, minat masyarakat terhadap makanan berbahan dan olahan dari Korea pun terbilang terus mengalami peningkatan.

Seiring semakin tingginya minat publik terhadap makanan Korea (K-Food) di Indonesia, Kementerian Pertanian, Pangan dan Pedesaan Korea bersama dengan Badan Pengembangan Perdagangan Produk Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Korea (aT) ikut berpartisipasi dalam SIAL INTERFOOD 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, pada 12–15 November 2025. Di ajang tersebut, mereka membentuk Paviliun Korea Terpadu bersama 24 perusahaan eksportir K-Food unggulan serta tiga organisasi integrasi untuk produk pir, anggur, dan kesemek.

Baca juga: Jangan Asal-Asalan! Ini Waktu Terbaik Buat Minum Kopi

Di sana, mereka menampilkan berbagai produk yang dapat menarik minat konsumen lokal mulai dari kimchi, aneka mie, berbagai jenis saus, minuman, hingga teh sebagai daya tarik K-Food secara maksimal. Di Paviliun Korea juga dilakukan cooking show dengan total delapan menu termasuk bulgogi, kimchijeon, japchae, dakgangjeong, tteokbokki, dan honey pear ade yang berhasil memikat mata dan selera para buyer sekaligus.

Secara khusus, aT tidak hanya menyediakan informasi tentang perusahaan peserta Paviliun Korea kepada para buyer makanan impor di Indonesia, tetapi juga kepada pihak-pihak dari jaringan toko nasional dan toko-toko daerah. Itu dilakukan untuk mendukung terjadinya konsultasi bisnis yang nyata di lokasi.

K-Food
Suasana Paviliun Korea di SIAL INTERFOOD 2025. Foto: Istimewa

Hasilnya, tercapai 18 MOU dan kontrak langsung dengan total nilai 14,53 juta dolar AS. Hal ini sekaligus meletakkan dasar bagi perluasan K-Food hingga ke kota-kota di berbagai wilayah Indonesia.

“Indonesia merupakan pasar ekspor utama yang membutuhkan pendekatan strategis karena memiliki populasi besar dan potensi konsumsi yang tinggi, ditambah dengan perubahan cepat dalam regulasi terkait makanan, termasuk kewajiban sertifikasi halal baru-baru ini. aT juga akan secara proaktif merespons perubahan regulasi ini dan memberikan seluruh dukungan agar perusahaan makanan domestik dapat memasuki pasar lokal dengan stabil,” kata Direktur Ekspor Makanan aT, Jeon Ki-chan.

Sementara itu, seorang buyer dari salah satu perusahaan ritel besar mengakui jika popularitas K-Food belakangan mengalami peningkatan. Hadirnya Paviliun Korea di ajang tersebut pun dianggap sangat membantu untuk calon customer mendapatkan informasi yang lebih rinci soal produk-produk yang dicari.

“Berkat popularitas K-Food akhir-akhir ini, beberapa toko lokal dengan jaringan nasional cenderung meningkatkan proporsi produk makanan Korea. Perusahaan kami juga sedang meninjau berbagai produk halal dari perusahaan peserta Paviliun Korea yang ditemui dalam pameran ini untuk diperkenalkan kepada konsumen lokal,” katanya.

SIAL INTERFOOD Jakarta 2025 merupakan pameran makanan internasional yang berkembang menjadi pameran makanan terbesar di Indonesia serta menjadi salah satu platform bisnis utama untuk memasuki pasar Asia Tenggara. Pada tahun ini, lebih dari 1.500 perusahaan dari 26 negara termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, dan Italia serta sekitar 90.000 pengunjung berpartisipasi, sehingga menghasilkan sesi konsultasi ekspor yang sangat aktif.

Share This Article