AI Disebut Bakal Gantikan 85 Juta Pekerjaan? Menkomdigi Minta Jangan Takut

Yuri Setiawan
2 Min Read
Menkomdigi, Meutya Hafid. Foto: Anhar/Komdigi

Jakartashowbiz.com – Di era serba teknologi kayak sekarang, siapa sih yang nggak kenal sama Artificial Intelligence (AI)? Penggunaan AI ini udah jadi hal yang lumrah banget di mana-mana. Bahkan, faktanya, AI diprediksi bakal menggantikan sekitar 85 juta pekerjaan di tahun 2025 ini.

Tapi, jangan panik dulu, guys! Karena di waktu yang bersamaan, teknologi AI juga membuka peluang munculnya 90 juta lapangan pekerjaan baru yang berpotensi menyerap banyak tenaga kerja di berbagai bidang. Hal itu diungkap langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Beliau menegaskan masyarakat diminta tidak perlu khawatir berlebihan akan keberadaan AI ini.

“Dikabarkan kecerdasan artifisial akan menggantikan sekitar 85 juta pekerjaan pada tahun 2025. Namun, pada saat yang bersamaan, AI juga berpotensi menciptakan 90 juta pekerjaan baru di berbagai bidang. Karena itu, AI perlu diwaspadai, tetapi tidak perlu ditakuti,” kata Meutya Hafid, dikutip dari siaran pers di website Komdigi.

Baca juga: WhatsApp Luncurkan Fitur Keamanan Baru, Lindungi Pengguna dari Modus Screen Sharing

Lebih lanjut, Meutya Hafid optimis banget kalau kecerdasan artifisial (AI) ini adalah peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi, Indonesia disebut termasuk salah satu negara paling optimistis di dunia dalam menghadapi perkembangan AI.

“Berdasarkan berbagai survei, Indonesia dinilai sebagai negara yang mampu menerima AI dengan baik, tidak takut, dan itu merupakan pertanda yang baik,” ucapnya.

Meutya juga menegaskan kalau AI harus diposisikan untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan buat menggantikan peran kita. Nah, biar teknologi AI ini bisa dimaksimalkan, pemerintah menurutnya lagi nyiapin Peta Jalan Nasional AI sebagai panduan strategis lintas sektor. Regulasi ini diharapkan bisa terbit pada awal 2026 nanti lewat Peraturan Presiden.

“Kita coba melihat dan membicarakan AI dari perspektif yang berbeda. Bukan sekadar data dan angka, melainkan bagaimana AI bisa dimaknai sebagai alat bantu yang memperkuat manusia. Insyaallah pada awal tahun 2026, Peraturan Presiden tentang peta jalan ini sudah dapat diterbitkan dan menjadi pedoman bagi kita semua,” jelasnya.

Jadi, daripada takut, mending kita siapin diri buat upgrade skill dan manfaatin peluang dari AI ini ya!

Share This Article