VMS Studios Spill Lineup di 2026, Ada Skandal Pilot-Pramugari Hingga Remake Film Korea

Yuri Setiawan
3 Min Read
Film Penerbangan Terakhir. Foto: VMS Studio

Jakartashowbiz.com – VMS Studios baru saja mengumumkan deretan judul film kece yang bakal mereka produksi dan tayangkan pada tahun 2026 nanti. Pengumuman ini dilakukan bertepatan dengan hari pertama gelaran JAFF Market 2025, sebuah pasar film terbesar di Indonesia yang menjadi bagian dari festival bergengsi Jogja-NETPAC Asian Film Festival.

Lineup film yang disiapkan bener-bener beragam dan bikin penasaran. Salah satunya lewat drama berjudul Penerbangan Terakhir yang dibintangi Jerome Kurnia dan Nadia Arina. Film ini yang siap tayang 15 Januari 2026. Berperan sebagai pilot di Penerbangan Terakhir, Jerome merasa mimpinya jadi nyata karena dia aslinya adalah seorang aviation geek.

“Aku itu suka sekali dengan pesawat, aviation geek. Mendapatkan kesempatan untuk memerankan sebagai seorang pilot, itu sangat menarik. Akhirnya aku bisa melihat ke dalam kokpit pesawat itu seperti apa, bisa ke hangar, dan aku bisa belajar secara teknis tentang mengemudikan pesawat mulai dari kemudinya yang bermacam-macam. Misalnya untuk boeing, itu seperti menyetir mobil, lalu untuk Airbus A330, itu pakai joystick,” kata Jerome Kurnia.

Baca juga: Tantangan dan Kesan Fanny Ghassani Main Film Riba

Film Penerbangan Terakhir akan mengikuti kisah tentang pramugari yang bertemu dengan seorang pilot dan ada hal yang membuat si perempuan tersebut terjatuh. Pada dasarnya film ini ingin membawa makna tentang bagaimana perempuan di zaman sekarang ini bisa bangkit kembali setelah dijatuhkan.

Film Penerbangan Terakhir
Poster Film Penerbangan Terakhir. Foto: VMS studio

Selain Penerbangan Terakhir, VMS Studio juga membuat project ambisius lewat film berjudul Hope. Film Hope ini merupakan adaptasi dari film Korea Selatan tahun 2013 berjudul sama yang bakal digarap oleh sutradara Benni Setiawan. Gak cuma itu, ada juga film Keluarga Suami Adalah Hama garapan Anggy Umbara yang diangkat dari cerita viral, serta film horor Jurit Malam karya sutradara muda Kevin Rahardjo.

Film Hope juga berbicara soal perjuangan keluarga yang mempunyai makna. Sementara Jurit Malam mengajak penonton bernostalgia dengan masa-masa sekolah. Sedangkan film Keluarga Suami Adalah Hama, membawa cerita tentang hubungan rumah tangga antara mertua dan menantu.

“Cerita-cerita yang kami angkat ke dalam film harus memiliki sebuah makna. Bagi kami, di VMS Studio, dari semua film yang kami produksi, penonton harus bisa mendapatkan suatu kesan dan makna yang bisa dibawa ke kehidupan mereka sehari-hari,” ujar Tony Ramesh, Produser VMS Studio.

Untuk film Jurit Malam, Produser Eksekutif Shalu T.M memberikan sedikit bocorannya. “Dari teror-teror horor yang sudah ada dan pernah dilakukan, di film Jurit Malam yang sangat berbeda adalah bagaimana suasana teror itu khas untuk anak-anak sekolah. Jadi ada nostalgia,” ujar Shalu T. M.

Persiapan matang juga terus dilakukan oleh sutradara Benni Setiawan untuk proyek adaptasi Korea, Hope. “Proses persoapannya sedang berjalan. Setelah dari JAFF, kami akan melakukan persiapan produksi di Jawa Tengah. Diproyeksikan setelah film Penerbangan Terakhir tayang, film Hope bisa selesai produksi,” pungkas Benni Setiawan.

Share This Article