Tren Minum Pure Matcha Lagi Rame di Sosmed, Ini Bahaya yang Diam-Diam Mengintai

Yuri Setiawan
3 Min Read
Matcha Tea. Foto: Freepik

Jakartashowbiz.com – Beberapa waktu belakangan, tren minum Pure Matcha yang lagi rame banget di sosial media. Banyak banget kreator yang share rutinitas harian mereka dengan bubuk hijau ini, seolah matcha adalah kunci buat energi yang stabil, kulit glowing, sampai hidup yang lebih ‘clean aesthetic’. Tapi, di balik hype yang lagi tinggi-tingginya ini, mengonsumsi pure matcha bukannya tanpa bahaya.

Meskipun matcha punya banyak manfaat, mengonsumsinya setiap hari dengan cara yang nggak bijak justru bisa menimbulkan efek negatif buat tubuh. Salah satu alasan utamanya adalah kandungan kafein di dalamnya.

Menurut European Food Safety Authority (EFSA), dikutip dari yoursayid, batas aman kafein buat orang dewasa itu 400mg per hari, dan sekitar 200mg buat ibu hamil. Nah, meskipun matcha ini terasa lebih ‘lembut’daripada kopi, ternyata dia tetap mengandung kafein yang cukup tinggi. Bayangin, 1 gram matcha bisa mengandung sekitar 19-44mg kafein.

Baca juga: Belanda Jadi Negara Paling Aman Buat Dikunjungi di Tahun 2026

Banyak orang yang mencampurkan 2 sampai gram matcha sekali seduh, jadi sekali minum itu bisa nyamain satu kopi espresso. Kalau berlebihan, kafein bisa memicu jantung berdebar, susah tidur, sampai kecemasan.

Selain kafein, matcha juga kaya tanin, yaitu senyawa alami pada teh. Riset yang diterbitkan di National Institutes of Health (NIH) nunjukkin kalau tanin ini bisa menghambat penyerapan zat besi, terutama jenis non-heme yang banyak dikonsumsi perempuan. Nah, kalau rutin diminum setiap hari, apalagi deket waktu makan, matcha ini bisa memperburuk risiko anemia atau bikin tubuh susah mempertahankan kadar zat besi yang sehat.

Nggak berhenti sampai di situ, matcha juga bisa memicu iritasi lambung kalau dikonsumsi pas perut kosong. Cleveland Clinic ngejelasin kalau green tea, termasuk matcha, bisa ningkatin produksi asam lambung pada sebagian orang. Jadi, buat kalian yang punya riwayat sakit maag atau GERD, mending hati-hati ya!

Masalah lain yang jarang dibahas adalah kualitas matcha itu sendiri. Karena matcha terbuat dari seluruh daun yang digiling halus, bubuk berkualitas rendah berpotensi mengandung lebih banyak residu lingkungan kayak logam berat dari tanah tempat tanaman tumbuh.

Lantas, apakah ini berarti matcha harus dihindari sama sekali? Tentu nggak dong! Matcha tetap kaya antioksidan yang bagus buat fokus, dan bisa jadi alternatif kopi yang menyenangkan. Hanya saja, disarankan konsumsinya hanya tiga sampai empat kali seminggu aja biar manfaatnya tetap didapat, tanpa risiko berlebihan.

Di tengah gelombang konten yang bikin matcha terlihat kayak ‘minuman ajaib’, penting banget nih buat kita kembali memahami tubuh sendiri. Jangan sampai gara-gara ikut tren, malah jadi merugikan kesehatan.

Share This Article