Solomon Stevano Putra Wongso Bawa Tradisi Wong Hang Tailor ke Level Internasional
Jakartashowbiz.com – Desainer Lianto Wongso bersama putranya, Solomon Stevano Putra Wongso, dari rumah mode Wong Hang Tailor, memperkenalkan karya terbaru dalam rangkaian The Midsummer Dream Wedding Trunk Show by The Proposal.
Acara tersebut berlangsung pada 8 Agustus 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan. Kehadiran Solomon menjadi bagian dari upaya mempertemukan dunia groom, bespoke tailoring, dan perspektif tailoring internasional yang ia dapatkan selama menempuh pendidikan di London.
Bagi keluarga Wongso, momentum tersebut tidak sekadar menjadi agenda fashion atau wedding. Acara itu menjadi kesempatan untuk menunjukkan bagaimana tradisi tailoring Indonesia dapat terus berkembang dengan pengalaman internasional dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
“Bagi saya, event ini bukan sekadar sebuah fashion show, tetapi sebuah momentum penting bagi Solomon untuk menunjukkan bahwa seorang tailor Indonesia juga mampu membawa standar craftsmanship ke level internasional. Saya sebagai ayah sekaligus seorang Master Tailor melihat ini sebagai sebuah kebanggaan, tetapi juga sebagai awal dari perjalanan yang jauh lebih besar,” ungkap Lianto Wongso, Selasa (12/8/2026).
Baca juga: Angkat Urban Legend dari Sumatera, Film Urang Bunian Tayang Mulai 17 September 2026
Lianto Wongso Dorong Solomon Bangun Identitas Sendiri
Lianto Wongso yang tengah melakukan perjalanan ke Amerika Serikat mengatakan karier Solomon terus berkembang. Namun, ia mengingatkan putranya bahwa perjalanan tersebut memiliki tantangan tersendiri.
Menurut Lianto, Solomon harus mampu membuktikan dirinya bukan hanya sebagai putra seorang tailor yang telah memiliki pengalaman dan nama besar, tetapi juga sebagai desainer dan tailor dengan karakter serta identitasnya sendiri.
“Solomon menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ia harus membuktikan dirinya bukan hanya sebagai anak dari seorang tailor yang sudah memiliki pengalaman dan nama, tetapi sebagai seorang designer dan tailor dengan karakter serta identitasnya sendiri,” ujar Lianto.
Ia pun selalu mengingatkan Solomon agar tidak hanya mengejar nama besar keluarga. “Karena itu saya selalu mengingatkan dia, jangan hanya mengejar nama besar—bangun karya yang membuat orang mengingat siapa Solomon,” lanjutnya.
Baca juga: Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Hadir Dalam Format IMAX, Bakal Jadi Tontonan Spesial di Bioskop
Solomon Wongso Generasi Keempat Wong Hang Tailor

Solomon Stevano Putra Wongso merupakan generasi keempat keluarga Wong Hang Tailor yang memiliki sejarah sejak 1933. Ia mulai menapaki karier profesional setelah menyelesaikan pendidikan desain di Savile Row Academy, London. Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi bagi Solomon dalam memahami standar tailoring internasional.
Lianto mengatakan pengalaman belajar di London perlu diterjemahkan kembali melalui kreativitas dan karakter yang sesuai dengan pasar Indonesia.
“Pengalaman belajarnya di Savile Row, London, menjadi fondasi penting. Tetapi ilmu dari London harus diterjemahkan dengan kreativitas, karakter, dan pemahaman terhadap pasar Indonesia,” jelas Lianto.
Menurutnya, tantangan terbesar Solomon adalah mempertahankan standar craftsmanship sekaligus menghasilkan karya yang relevan dan memiliki identitas sendiri.
Wong Hang Tailor Punya Sejarah Panjang
Wong Hang Tailor selama ini telah mendapatkan kepercayaan dari berbagai kalangan di Indonesia, termasuk keluarga Istana Presiden dan sejumlah tokoh kenegaraan. Reputasi tersebut dibangun melalui konsistensi, ketelitian, craftsmanship, serta hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Bagi Lianto, tailoring tidak sekadar membuat pakaian. Sebuah bespoke suit harus mampu menghadirkan karakter, kenyamanan, penampilan, sekaligus kepercayaan diri bagi pemakainya. Karena itu, setiap detail dalam proses pembuatan pakaian menjadi bagian dari tanggung jawab seorang tailor.
“Sebagai orang tua, tentu saya bangga. Tetapi saya juga tidak ingin terlalu cepat mengatakan bahwa dia sudah berhasil. Justru sekarang tantangannya dimulai,” tegas Lianto.
Baca juga: RCTI Hadirkan Sinetron Ternyata Ini Cinta, Padukan Drama Keluarga dan Keseruan Romansa Remaja
The Midsummer Dream Wedding Jadi Pembuktian Solomon
Keterlibatan Solomon dalam The Midsummer Dream Wedding menjadi salah satu momentum untuk membuktikan kemampuannya sebagai profesional di bidang tailoring. Lianto menilai event tersebut memberikan kesempatan bagi Solomon untuk menunjukkan hasil dari pendidikan dan pengalaman yang selama ini dijalaninya.
“Event sebesar ini harus menjadi pembuktian bahwa apa yang dia pelajari dan kerjakan selama ini bisa menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai dan tempat di industri fashion,” kata Lianto Wongso.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi Solomon untuk menggabungkan standar, disiplin, dan craftsmanship tailoring internasional dengan karakter generasi baru serta akar pengalaman tailoring Indonesia. Lianto juga berharap generasi berikutnya tidak hanya meneruskan nama Wong Hang Tailor, tetapi berani membawa tradisi tailoring Indonesia ke panggung yang lebih luas.
“Saya berharap generasi berikutnya tidak hanya meneruskan nama Wong Hang, tetapi berani membawa tradisi tailoring Indonesia ke panggung yang lebih luas,” jelasnya.
Baca juga: Terpengaruh Musik Muse, Allequa Perucha Rilis Lagu Eternal Melody Bernuansa Rock
Lianto Ingin Solomon Dikenal karena Karya
Sebagai ayah, Lianto mengaku bangga melihat perkembangan Solomon. Ia menilai putranya memiliki perhatian yang kuat terhadap detail.
Menurut Lianto, pengalaman Solomon dapat menjadi jembatan antara heritage Wong Hang Tailor dengan perspektif tailoring internasional.
“Saya tidak ingin Solomon dikenal hanya karena dia anak saya. Saya ingin suatu hari orang mengenal namanya karena karya dan craftsmanship-nya sendiri,” tutup Lianto Wongso.
