Jakartashowbiz.com – Grup musik rock legendaris, Slank bersiap untuk kembali meramaikan industri musik Indonesia lewat karya terbaru. Setelah merilis single berjudul Republik Fufufafa, Slank juga akan memanjakan penggemarnya lewat sebuah album baru.
Album ke-26 Slank rencananya akan dirilis di Januari 2026 ini. Bocoran untuk para Slankers, album terbaru nanti akan mengembalikan Slank ke masa keemasan mereka dengan lagu-lagu bertema kritik sosial-politik. Bahkan, sang Drumer, Bimbim menyimpulkan jika album terbaru Slank nantinya akan dipenuhi materi-materi yang kontroversial.
“Ini kontroversial albumnya,” kata Bimbim dalam podcast-nya bersama Gofar Hilman di YouTube HAS Creative.
Baca juga: Yuna ITZY Segera Jalani Debut Solo dengan Merilis Album
Bimbim menjelaskan bahwa Slank memang tidak pernah bisa lepas dari realitas sosial yang terjadi di sekitarnya. Khusus untuk album ini, mereka akan merangkum sejumlah isu yang terjadi dalam dua tahun belakangan karena sempat absen merilis album.
“Kan Slank selalu meng-capture kehidupan, ini kan sudah dua tahun nggak rilis, berarti (permasalahan) dua tahun terakhir, seperti masalah politik, sosial, cinta di Indonesia, ya ada di situ,” jelas Bimbim.
“Dan banyak ide yang out of the box di liriknya,” sambungnya kemudian.

Memang, pernyataan Bimbim Slank soal materi album terbaru Slank nanti seolah berbanding lurus dengan apa yang mereka sajikan di single Republik Fufufafa. Selain judulnya yang sarat makna, lirik-lirik yang digunakan pun seolah mencerminkan kondisi suatu negeri yang dilanda kekacauan. Alhasil, antusiasme publik, khususnya penggemar lama Slank pun kembali meninggi untuk mendengar musik Slank yang sarat kritik sosial.
Lantas, akan seperti apa isi dari album terbaru Slank? Patut dinantikan ketika sudah resmi dirilis di ranah publik.
“Kita mau keluarin digital dulu, tapi untuk collectable, akan dicetak CD, kaset, sama vinyl,” pungkas Bimbim.