Segera Tayang di Bioskop, Film Esok Tanpa Ibu Angkat Cerita Menyentuh soal Pentingnya Sosok Ibu

Yuri Setiawan
3 Min Read
Konferensi pers film Esok Tanpa Ibu. Foto: Poplicist

Jakartashowbiz.com – Setelah sukses bikin heboh saat penayangan perdana di JAFF 2025, film Esok Tanpa Ibu akhirnya resmi merilis official trailer dan poster yang menyentuh hati. Film produksi BASE Entertainment bersama beberapa partner kolaborator ini dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Ali Fikry dan Ringgo Agus Rahman sebagai pemeran utamanya.

Dalam poster resminya, visual estetik menampilkan Dian Sastrowardoyo, Ali Fikry, dan Ringgo Agus Rahman berbaring di taman bunga putih dengan bingkai layar gawai. Sementara itu, trailernya menggambarkan dinamika Cimot (Ali Fikry) yang sangat dekat dengan Ibunya (Dian Sastrowardoyo) dan menutup diri dari bapaknya (Ringgo Agus Rahman). Keadaan berubah drastis saat kejadian tragis menimpa keluarga mereka sampai sosok Ibu kembali hadir dalam wujud kecerdasan buatan (AI) bernama i-Bu untuk mengobati kerinduan mereka.

“Di film ini, aku memerankan karakter remaja yang sedang berjuang menghadapi kesedihan karena Ibunya mengalami koma. Cimot tidak tahu bagaimana menghadapi kesedihan, jadi dia mulai menggunakan AI yang di film ini ada teknologi buatan temannya bernama i-Bu, itu sebagai coping mechanism si Cimot karena kangen sama Ibunya,” kata Ali Fikry.

Baca juga: Bing Slamet Bakal Diabadikan Jadi Nama Jalan di Jakarta

Sementara itu, Dian Sastrowardoyo yang juga bertindak sebagai produser merasa peran sebagai ibu sangat mewakili banyak sosok ibu di kehidupan nyata yang tak tergantikan.

“Ibu selalu memberikan perasaan untuk dimengerti, aman, dan Ibu tidak bisa digantikan oleh Bapak atau bahkan oleh AI sekalipun. Saya merasa sangat terhormat bisa memerankan Ibu di film ini,” tuturnya.

Poster film Esok Tanpa Ibu
Official poster film Esok Tanpa Ibu. Foto: Poplicist

Film Esok Tanpa Ibu disutradarai oleh sineas Malaysia, Ho Wi-ding, sementara naskahnya ditulis oleh Gina S. Noer. Film yang bakal tayang di bioskop pada 22 Januari 2026 ini sudah dipersiapkan sejak lama sebelum akhirnya siap naik layar.

“Film ini dimulai dari ide Gina dan Diva, dan berasal dari sesuatu yang sangat personal bagi mereka. Sejak awal pandemi, kami berdiskusi panjang tentang bagaimana cerita ini bisa berbicara lebih luas. Dari banyak percakapan, mulai dari isu keluarga, hingga bagaimana teknologi bisa memengaruhi hubungan manusia. Proses yang dilalui cukup panjang dan terus berevolusi hingga menjadi karya yang bisa dinikmati oleh penonton Indonesia mulai 22 Januari 2026 di bioskop. Semoga ceritanya sampai ke hati penonton,” harap Shanty Harmayn selaku produser.

Share This Article