Jakartashowbiz.com – Dian Sastrowardoyo berbicara soal keterlibatannya di film Esok Tanpa Ibu. Selain bermain, dia juga bertindak sebagai produser dalam film terbaru persembahan BASE Entertainment, Beacon Film, dan Refinery Media itu. Dian menyebut jika film tersebut adalah surat cinta untuk anak-anaknya.
Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) baru saja merilis special teaser yang bikin hati nyesek. Video tersebut menampilkan karakter utama, Rama, yang diperankan dengan apik oleh Ali Fikry, harus berhadapan dengan duka mendalam karena kehilangan sosok sang Ibu yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo.
Baca juga: Resmi Rilis Poster dan Trailer, Film Suka Duka Tawa Ajak Penonton Menertawakan Luka
Dalam cuplikan special teaser tersebut, penonton diajak melihat kontras kehidupan Rama. Awalnya, diperlihatkan kisah hangat keluarga kecil Rama di mana dia bisa menumpahkan segala kegundahannya pada sang Ibu.
Namun, situasi berubah 180 saat Ibunya mengalami koma. Rama pun harus menghadapi dukanya sendirian di tengah kecanggungannya dengan sang Ayah yang diperankan Ringgo Agus Rahman. Rama yang kesepian akhirnya nekat berpaling ke kecerdasan buatan (AI) ciptaan temannya demi bisa merasakan kembali kasih sayang ibunya.

Dian Sastrowardoyo mengungkapkan pandangannya tentang lapisan emosi dan teknologi dalam film ini.
“Film ini bercerita tentang perasaan kesepian dari seorang anak, dan dalam proses itu, ada campur tangan teknologi dari kecerdasan buatan yang membuatnya menjadi lebih kompleks. Kemudian muncul pertanyaan di antara dua generasi antara orangtua dan anak yang memandang teknologi dengan cara yang berbeda,” kata Dian Sastrowardoyo.
Lebih dalam lagi, Dian merasa film ini punya tempat spesial di hatinya sebagai seorang ibu di dunia nyata. “Sebagai ibu, saya memiliki muatan emosi sendiri. Film ini seperti surat cinta saya untuk anak-anak saya. Ada banyak hal yang belum sempat saya sampaikan ke anak-anak, yang bisa disampaikan lewat film ini,” sambungnya.

Sementara itu, Ali Fikry yang menjadi sentral cerita merasa pengalaman beradu akting dengan senior seperti Ringgo dan Dian adalah hal luar biasa. Terlebih, isu yang diangkat sangat dekat dengan realitas Gen Z saat ini.
“Ini adalah film yang sangat personal dan relevan untuk masa sekarang. Di film ini, Rama menjadikan AI sebagai coping mechanism dari perasaan kesepiannya, meski Ibunya masih ada tapi sedang mengalami koma. Alih-alih meluangkan waktu dan banyak ngobrol dengan Bapaknya, ia justru berpaling ke AI. Untuk anak yang kehilangan kasih sayang Ibunya, dengan cara apapun akan dilakukan Rama untuk bisa merasakannya lagi,” tuturnya.
Film Esok Tanpa Ibu disutradarai oleh sineas Malaysia, Ho Wi-ding dimana naskahnya ditulis oleh Gina S. Noer. Selain Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo dan Ringgo Agus Rahman, film ini juga dibintangi oleh Aisha Nurra Datau serta Bima Sena.
Rencananya, Esok Tanpa Ibu bakal tayang di bioskop pada 22 Januari 2026. Sebelum itu Esok Tanpa Ibu akan tayang lebih dulu di JAFF (Jogja-Netpac Asian Film Festival) 2025. Di festival ini, film tersebut juga akan berkompetisi di program Indonesian Screen Awards setelah sebelumnya sukses melakukan world premiere di Busan International Film Festival (BIFF) 2025.