Jakartashowbiz.com – Buat kalian yang suka banget sama lagu-lagu galau tapi easy listening, wajib banget nih dengerin karya terbaru dari penyanyi sekaligus penulis lagu asal Maumere, Nusa Tenggara Timur, Mario G Klau. Dia baru aja kembali dengan single penuh emosi berjudul Pulanglah.
Dirilis via Wecord Evermore Indonesia, single ini punya nuansa yang khas lagu-lagu Mario, lengkap dengan sentuhan emosi yang mendalam. Single Pulanglah ini sebenarnya udah pernah dibawakan secara live untuk pertama kalinya di Palu pada tanggal 17 Oktober lalu.
Lebih dari sekadar ngumbar emosi aja, Pulanglah ini merupakan refleksi universal tentang jarak, kehilangan, dan kerinduan yang nggak kunjung padam. Inspirasinya dateng dari sebuah konten viral di TikTok yang menampilkan kisah pasangan yang saling mencintai tapi terpisah oleh jarak.
“Aku kepancing dari konten itu dan dari situlah aku kembangkan jadi kisah hubungan yang sudah berakhir, tapi salah satunya belum bisa menyudahi dan masih berharap pasangannya kembali,” jelas Mario tentang inspirasi lagu ini.
Baca juga: Kunto Aji Rayakan 10 Tahun Album Generation Y dengan Lagu 2025 Masih Asik Sendiri
Dari cerita yang deep itu, Mario akhirnya menuliskan narasi yang menyentuh tentang seseorang yang masih terjebak dalam kenangan dan berharap orang yang dicintainya itu bisa ‘pulang’ biar mereka dapat mengulang kembali masa-masa indah yang pernah ada.
Lagu ini diproduseri oleh Mardenwil music, sementara proses Mixing dan Mastering dipercayakan kepada Ano Stevano. Perpaduan ini pasti bikin Pulanglah jadi lagu yang punya kualitas oke banget.
Cerita di balik lagu Pulanglah tentu terasa familiar bagi siapapun yang pernah kehilangan cinta. Lewat penyampaian lirik yang jujur dan melodi yang hangat, lagu ini jadi kayak curhat hati yang bisa bikin kita merasa nggak sendirian.
Lewat karya ini, Mario G Klau kembali menunjukkan kemampuannya menghadirkan lagu yang menyentuh hati lewat kesederhanaan dan kejujuran. Pulanglah seolah jadi pengingat lembut bahwa meski hubungan telah berakhir, cinta sejati sering kali masih tertinggal di antara jarak dan waktu.