Kuningan Siap ‘Eundeur’ Lagi: Pesta Musik Cadas dan Kolaborasi Keren Kembali Digelar!

Yuri Setiawan
3 Min Read

Jakartashowbiz.com – Para metalhead Kuningan dan sekitarnya, ayo merapat! Festival musik cadas tahunan yang paling ditunggu, “Road to Kuningan Eundeur Vol. 7”, siap menggebrak lagi. Tandai kalender kalian pada 14 September 2025, karena panggung di For Coffee Kalapa Gunung, Kuningan, bakal panas.

Baca Juga: Lagu ‘Mahadewi’ Padi Reborn Dirombak Total Buat Pagelaran Sabang Marauke, Piyu: Jauh Banget Bedanya!

Acara ini adalah gerbang pembuka menuju acara puncak Kuningan Eundeur #7 yang rencananya digelar Juni 2026. Tiketnya juga ramah di kantong, presale cuma Rp30.000 dan on the spot Rp35.000, jadi sikat sebelum kehabisan!

Panggungnya dijamin padat dan energik, karena bakal diisi oleh 18 band cadas dari Kuningan maupun luar kota. Nama-nama seperti HARAKS, ANIPH PREVOCALIC, TERGODA, AFTER EIGHTEEN, PEMBERANI, dan MORBID THORNE siap memberikan penampilan terbaik mereka. Atmosfernya udah pasti khas musik ekstrem, jadi siapkan energi untuk moshing dan sing along bareng.

Festival ini bukan cuma soal musik kencang, tapi juga membawa misi kolaborasi yang keren antara musik dan ekonomi kreatif. Panitia secara konsisten meneruskan konsep dari tahun sebelumnya untuk menjadikan acara ini ruang ekspresi bagi musisi sekaligus pendorong program UMKM.

“Untuk konsep tahun ini, kita masih meneruskan konsep tahun lalu. Selain menjadi ruang kreatif untuk pencinta musik rock, kami juga mendukung program pemerintah di bidang UMKM,” David Purnama, ketua pelaksana.

Salah satu sosok penting di balik acara ini, David Purnama atau yang akrab disapa Semprul, punya harapan besar. Dia berharap acara ini bisa berjalan sukses dan yang terpenting, bisa jadi batu loncatan agar UMKM milik teman-teman di komunitas metal bisa terus berkembang dan makin dikenal.

“Harapan saya, semoga acara Kuningan Eundeur Vol. 7 ini bisa terlaksana dengan lancar seperti acara-acara sebelumnya, dan juga acara ini supaya UMKM teman-teman metal khususnya bisa berkembang,” ujarnya.

Demi kenyamanan dan keamanan bersama, semua pengunjung wajib mematuhi aturan yang ada. Panitia dengan tegas melarang keras minuman beralkohol, narkoba, senjata tajam, atau benda berbahaya lainnya. Dan yang paling utama, dilarang keras ada perkelahian, karena acara ini adalah tentang solidaritas, bukan anarki.

Suksesnya acara ini nggak lepas dari dukungan puluhan komunitas dan media partner yang solid. Nama-nama seperti Embargo Production, Wandistro, hingga Jembatan Lima Underground jadi bukti betapa kuatnya antusiasme dan semangat gotong royong di skena musik independen. Ini adalah perayaan dari komunitas, oleh komunitas, dan untuk komunitas.

 

Share This Article