Eksplorasi Seni Peran Tunggal, MonoPlay Festival 2026 Hadir di Taman Ismail Marzuki

Yuri Setiawan
MonoPlay Festival 2026 hadir di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada 23-25 September 202y. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Komunitas seni pertunjukkan Indonesia disuguhi gelaran spesial lewat hadirnya MonoPlay Festival 2026 Powered By RANS. Diselenggarakan pada 23 hingga 25 September 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, acara ini diprakarsai oleh Nirantara Guna Cipta dan mengangkat tema “Lakon@cting” untuk mengeksplorasi bagaimana sebuah teks naskah ditafsirkan dan dihidupkan di atas panggung oleh seorang aktor tunggal melalui tubuh, suara, imajinasi, serta kehadiran seni peran.

MonoPlay Festival 2026 ini lahir dari sebuah pertanyaan mendasar tentang dinamika seni peran ketika sebuah lakon diserahkan sepenuhnya kepada satu orang aktor. Mengusung jargon “Satu Lakon, Satu Aktor, Banyak Kemungkinan”, MonoPlay Festival 2026 hadir menjadi wadah perjumpaan artistik sekaligus sarana pengembangan ekosistem seni pertunjukan di Indonesia.

Baca juga: Rafi Sudirman Debut Layar Lebar sebagai Djamin Ginting di Film Djamin Setia Selamanya

Penyelenggaraan festival ini dikembangkan melalui kolaborasi empat direktur lintas disiplin yang berpengalaman. Aktor senior Teuku Rifnu Wikana bertindak sebagai Direktur Festival, didampingi Krisna Aditya sebagai Direktur Artistik, Aida Fuady sebagai Direktur Program, serta Ronny Marchiano yang menjabat sebagai Direktur Teknis.

“MonoPlay Festival adalah ruang perjumpaan para aktor. Ini adalah lebarannya para aktor, tempat aktor bisa berkumpul, saling sharing, dan bertukar pengalaman,” ujar Teuku Rifnu pada sesi Konferensi Pers di Jakarta.

Baca juga: Jelajah PIK Melalui Desain, Budaya, dan Kreativitas di Indonesia Design Week 2026

Panggung utama MonoPlay Festival 2026 akan menampilkan pertunjukkan monolog dari enam aktor dengan sudut pandang cerita yang sangat beragam. Aktris Kimberly Ryder hadir membawakan karya Aku Masih Di Sini, Rahayu Saraswati menyoroti lakon Kalau Bukan Aku, sementara aktor senior Sigit Hardadi tampil lewat pertunjukan Jadi Diri Sendiri. Selain itu, ada Bagus Ade Saputra dengan karya Brain Rot, Tegar Bramanastrya lewat lakon Saweran, serta penampilan spesial dari Yeliz Čelebić sebagai tamu internasional.

“Ini bukan tentang aku. It’s not a life story. Banyak cerita dari circle aku yang akhirnya digabungkan menjadi satu karya ini,” ungkap Kimberly Ryder.

“Saya memberikan ruang untuk suara yang memang tidak atau jarang sekali kita dengar, yaitu keluarga dari korban,” timpal Rahayu Saraswati.

Baca juga: Bocoran Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Lukman Sardi dan Jerome Kurnia Bakal Menghadapi Entitas Kuno

Guna memperluas jangkauan interaksi dan ruang eksplorasi, panitia juga menyediakan Panggung Sayap yang bersifat lebih fleksibel dan cair bagi para seniman. Kehadiran panggung pendamping ini ditujukan untuk memberikan kebebasan berekspresi secara inklusif kepada para pengisi acara dan pengunjung.

Rangkaian acara festival turut diperkaya dengan berbagai kegiatan edukatif dan pameran seni pendukung. Para pengunjung dapat mengikuti program Kelas Lakon@cting, sesi Ngobrol Bareng Aktor, serta menikmati Pameran Lukisan Solo karya Idol Daeng yang disajikan sepanjang jalannya festival.

Melalui tema “Lakon@cting”, MonoPlay Festival 2026 tidak bermaksud menetapkan satu standar atau definisi tunggal mengenai profesi keaktoran. Sebaliknya, festival ini ingin memperlihatkan ragam kemungkinan tak terbatas dari seorang aktor dalam mengolah imajinasi dan menghidupkan sebuah lakon di atas panggung.

Share This Article