Jakartashowbiz.com – Siapa sangka, Drew Barrymore yang kita kenal ceria dan inspiratif, pernah melewati masa kelam saat remaja. Ia mengenang pengalamannya harus menjalani rehabilitasi selama dua tahun di usia sekitar 14 tahun.
Kisah ini terungkap dalam episode The Drew Barrymore Show yang tayang pada hari Jumat (24/10) lalu. Dalam acara tersebut, Barrymore berbincang dengan Mae Martin, sosok di balik serial misteri Netflix berjudul Wayward.
Serial ini menggambarkan kehidupan remaja bermasalah yang terinspirasi dari pengalaman pribadi Martin. Salah satu teman masa kecilnya pernah dirawat di fasilitas serupa selama dua tahun saat remaja.
Baca juga: Jadi Ibu Muda, Hailey Bieber Bersyukur Punya Support System yang Mendukung
Mendengar cerita Martin, Barrymore pun membuka diri tentang masa lalunya itu. “Aku juga pernah dibawa dan ditempatkan di sebuah tempat seperti itu selama dua tahun,” ungkapnya.
Pengakuan ini sontak mengejutkan Martin. Dia tak menyangka masa remajanya memiliki pengalaman yang mirip dengan aktris 50 tahun tersebut.
“Aku tidak tahu soal itu. Aku tahu kamu remaja yang agak memberontak zeperti aku juga. Aku pernah di rehabilitasi, tapi tidak tahu kamu pernah di tempat seperti itu,” kata Martin.
Barrymore memberikan pujian khusus untuk serial Wayward karena dinilai berhasil menggambarkan kompleksitas dunia remaja bermasalah secara mendalam. Ia merasa terhubung dengan pesan yang disampaikan dalam cerita tersebut.
Bintang Charlie’s Angels itu juga menjelaskan bahwa meskipun berat, ia menemukan banyak hal positif dari pengalamannya menjalani rehabilitasi tersebut.
“Aku menemukan banyak hal positif dari pengalamanku di institusi itu. Aneh memang, tapi tempat itu justru memberiku dorongan untuk berkata jujur, berani, menemukan humor, dan bahkan kebanggaan dalam perjalanan hidupku. Jujur saja, itu adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku,” jelas Barrymore.
Meski begitu, bagi Drew Barrymore, pengalaman tersebut, tetap penuh tantangan dan bisa membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat dan berani. Namun, ia tidak menampik bahwa masa itu bukanlah periode yang mudah untuk dilalui.
“Aku sangat menghormati pengalaman itu, tapi rasanya benar-benar berat,” ujarnya.