DJKI Perkuat Pelindungan Hak Cipta di Era Digital

William Alvin
3 Min Read
Foto: Gugs/Jakartashowbiz.com

Jakartashowbiz.com – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) makin serius menjaga hak cipta di era digital, guys! Biar makin banyak yang paham pentingnya pelindungan karya, DJKI ngadain media gathering 2024 di Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2024). Acara ini jadi ajang buat nyatuin visi bareng media cetak dan online demi edukasi soal kekayaan intelektual.

Razilu, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, ngasih highlight soal tiga fokus utama DJKI: tantangan karya cipta di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), penguatan regulasi, dan layanan hak cipta yang makin kece. “Masih kurang pemahaman tentang kekayaan intelektual. Kalau hanya 40 ribu satu tahun, untuk mencapai 198 juta penduduk produktif Indonesia butuh berapa lama? Setahun sejuta butuh waktu 198 tahun. Pentingnya melibatkan media,” kata Razilu tegas.

Baca Juga: Pelestarian Budaya Kendal, Chacha Frederica dan Suami Tercinta Persembahkan Batik Kendil Emas

Salah satu strategi yang disiapin DJKI adalah bikin Kawasan Karya Cipta di berbagai daerah. Ruang kreatif ini bakal jadi tempat nongkrongnya seniman, pelaku seni, dan kreator ekonomi kreatif buat ngembangin karya mereka tanpa takut dijiplak. Selain itu, bakal ada narasi khusus soal hak cipta, merek, desain industri, dan lainnya biar masyarakat lebih melek pentingnya proteksi karya.

Foto: Gugs/Jakartashowbiz.com

Tapi, ternyata tantangannya nggak sedikit, loh. Menurut Razilu, kesadaran masyarakat buat menghargai karya orang lain masih rendah. “Ketika tidak menghargai karya orang lain, kesadaran menghargai karya orang lain masih rendah. Sehingga banyak pemalsuan dan pembajakan. Perlu ada upaya menyadarkan mereka,” ujarnya.

Nggak cuma itu, masih banyak yang bingung soal proses daftar hak kekayaan intelektual. Padahal, ini penting banget buat proteksi karya biar nggak gampang dicuri. DJKI mau ngejawab tantangan ini lewat dua program edukasi utama: Bulan Edukasi Hak Cipta dan Pekan Edukasi Desain Industri.

Foto: Gugs/Jakartashowbiz.com

Program ini nggak cuma sekadar teori, tapi juga ada seminar, lokakarya, kampanye digital, pameran desain kreatif, mentoring, sampai layanan konsultasi dan pendaftaran hak cipta atau desain industri. Intinya, DJKI mau bikin edukasi ini seru dan relevan buat semua kalangan, dari seniman sampai generasi muda.

“Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melindungi kekayaan intelektual, sehingga menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan,” tutup Razilu penuh harapan.

TAGGED:
Share This Article