Jakartashowbiz.com – Solois muda berbakat Aruma lagi-lagi bikin pendengarnya baper lewat karya terbarunya yang berjudul Cendana. Setelah sebelumnya sempat bikin heboh dengan dua rilisan di tahun 2025 — kolaborasi bareng SB19 lewat MAPA dan single solo Berbunga-Bunga Sendiri — kini Aruma hadir dengan warna musik yang lebih lembut dan emosional.
Lewat Cendana, Aruma mengajak pendengarnya menyelami aroma kenangan yang sulit dilupakan. Lagu ini terasa hangat tapi sarat makna, menggambarkan bagaimana sebuah aroma bisa memicu memori tentang seseorang yang pernah singgah di hidup kita.
“Inspirasinya datang dari seseorang yang pernah ada di hidupku, sekitar satu tahun sembilan bulan yang lalu. Orang ini punya aroma yang sangat khas, yaitu wangi sandalwood atau cendana. Dari situ, aku sadar, ternyata aroma bisa jadi memori paling kuat. Sekali tercium, perasaan, momen, dan orang tersebut pasti akan langsung teringat lagi. Karena itu, dari sisi makna, judul Cendana ini bukan hanya sekadar merujuk pada aroma sandalwood itu, tapi menjadi simbol kenangan yang membekas, bahkan setelah orangnya sudah tidak ada di hidup kita,” ungkap Aruma.
Baca juga: Andien Rayakan 25 Tahun Berkarya Lewat Konser Suarasmara yang Penuh Kejutan
Yang menarik, lagu ini ditulis Aruma hanya dalam satu malam. Tapi, proses pengembangannya justru cukup panjang, sampai satu setengah tahun lamanya untuk menemukan bentuk terbaik dari lagu ini.
Dalam proses kreatifnya, Aruma menggandeng Petra Sihombing sebagai produser dan penulis lagu untuk membantu memoles Cendana di Bali. Kolaborasi ini melahirkan aransemen yang matang, mengalir, dan punya rasa yang dalam.
“Aku belajar banyak dari Kak Petra selama pengerjaan lagu ini. Hasil akhirnya jadi lebih terarah, flowy, dan secara cerita juga lebih nyambung,” ujar Aruma.

Secara musikal, Cendana memperlihatkan sisi eksploratif dari seorang Aruma yang terus berkembang. Setelah sebelumnya tampil dengan sentuhan pop-rock di Berbunga-Bunga Sendiri, kini ia memilih warna musik yang lebih lembut, atmosferik, dan terasa personal.
Buat para pendengar yang lagi galau, Cendana bisa jadi teman yang pas. Lagu ini bukan cuma soal kehilangan, tapi juga soal menerima dan berdamai dengan masa lalu.
“Aku hanya ingin bilang: tidak apa-apa merasa bingung, tidak apa-apa belum bisa lepas. Nikmati saja prosesnya karena, pelan-pelan, kita juga akan sampai di titik saat semuanya tidak terasa seberat itu lagi,” pesan Aruma.

Aruma berharap Cendana bisa memperkuat identitasnya sebagai musisi dan penulis lagu muda yang penuh warna. Dengan karakter vokalnya yang lembut dan lirik yang relatable, Cendana terasa seperti pelukan hangat buat siapa pun yang pernah sulit melepaskan kenangan. Single Cendana dari Aruma sudah bisa didengarkan di seluruh platform musik digital.
“Meski masih banyak mimpi yang masih ingin diwujudkan, aku tetap merasa bersyukur karena tahun ini banyak sekali pengalaman baru dan perkembangan yang aku rasakan, baik secara musik, proses, maupun pola pikir. Harapanku tidak muluk-muluk: aku hanya ingin terus berkembang dan tidak berhenti belajar,” tutupnya.