Jakartashowbiz.com – Sebuah film yang mengandung pesan penting siap tayang di bioskop tengah pekan ini. Berjudul Saat Aku Bersuara, film yang dibintangi oleh Marshanda itu naik layar bioskop mulai 18 Juni 2026.
Diproduksi oleh Arjuna Mega Films, Rain Creation dan Lex Pictures, Saat Aku Bersuara mengangkat soal keberanian perempuan penyintas kekerasan seksual untuk memperjuangkan keadilan. Film karya sutradara Sonu Samtani itu tak hanya menyoroti luka dan trauma yang dialami korban, tetapi juga perjalanan mereka untuk bangkit dan menyuarakan pengalaman yang selama ini terpendam.
“Ini isu yang penting, apalagi isu sosial seperti ini belum pernah diungkapkan dari sisi yang berbeda. Kita pernah punya beberapa film yang mengangkat kekerasan seksual atau pelecehan seksual, tetapi lebih banyak dari sisi pengalaman traumatisnya. Nah kita mempunyai ide bahwa kalau seumpamanya perempuan ini bersuara atau yang sifatnya bangkit maka ini akan menjadi fenomena yang berbeda ya,” kata Sonu Samtani dalam konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/6).
Baca juga: MD Pictures Adaptasi Film Horor Laddaland, Titi Kamal jadi Pemeran Utamanya
Secara garis besar, film Saat Aku Bersuara berpusat pada tokoh Nadia (Marshanda), seorang pengacara muda yang sedang mempersiapkan pernikahannya. Kehidupannya berubah drastis setelah mengalami kekerasan seksual yang meninggalkan trauma mendalam.
Rasa malu dan ketakutan sempat membuat Nadia memilih memendam peristiwa tersebut. Namun, perjalanan hidupnya kemudian membawanya untuk bangkit, mencari keadilan, dan membantu perempuan lain yang mengalami nasib serupa agar berani menyuarakan kebenaran.

Bagi Marshanda, peran Nadia yang dimainkan nyatanya tak sekedar memberikan tantangan dalam berakting. Lebih dari itu, dia mengaku mendapat banyak pelajaran hidup yang bisa diterapkan di kehidupannya sehari-hari.
“Selama syuting rasa yang beneran aku rasakan ini kan beragam, dari down sampai punya harapan lagi. Jadi buat aku sebagai caca, untuk perasaan manusia seperti depresi, putus asa, mau menyerah, berharap lalu berjuang, diantara semua itu yang paling sulit dan paling hebat utk seseorang rasakan adalah berharap. Tetap punya harapan itu sulit sekali ya. Jadi banyak emosi yang menantang dan buat aku lebih berani merasa, hal-hal yang kita umpetin ternyata bakal tetap ada. Aku belajar dari Nadia, orang yang berani merasakan hari-hari terseramnya adalah orang yang paling bisa menghargai hari-hari terindahnya,” ungkap Marshanda.
Baca juga: Angkat Hubungan Emosional Ibu dan Anak, Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis Siap Tayang Bulan Depan
Selain Marshanda, film Saat Aku Bersuara juga melibatkan banyak bintang besar seperti Teuku Rifnu Wikana, Rini Yulianti, Hana Malasan, Ibnu Jamil, Nino Fernandez, Lukman Sardi, Cut Mini, serta Lydia Kandou. Tisa HS, penulis naskah film tersebut memastikan jika Saat Aku Bersuara bukan hanya tontonan yang menghibur, tapi juga ajakan untuk lebih vokal terhadap isu tertentu, dalam hal ini kekerasan seksual.
“Kita tidak cuma menonton film sebagai hiburan, tetapi juga menyaksikan sebuah gerakan untuk membuat orang-orang berhenti bungkam. Jadi hari ini teman-teman menjadi saksi bahwa segala sesuatu yang selama ini dibungkam, tidak boleh terjadi lagi,” tutur Tisa.