Radiohead Protes Lagunya Digunakan untuk Konten Media Sosial Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS

Yuri Setiawan
2 Min Read
Radiohead. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Band rock asal Inggris, Radiohead mengecam penggunaan lagu mereka yang berjudul Let Down oleh Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE). Terlebih, penggunaan pengalan lagu tersebut untuk salah satu konten media sosial dilakukan tanpa izin.

Lewat pernyataannya, Radiohead menuntut Departemen Keamanan Dalam Negeri AS untuk menghapus video itu karena telah menyalahgunakan lagu mereka demi konten pro-ICE. Melalui pernyataan resmi band via NME, Radiohead menuntut para pengelola akun media sosial ICE untuk menghapus video tersebut.

“Gak lucu. Lagu ini sangat berarti buat kita dan orang-orang lain. Kalian gak bisa mengklaimnya tanpa perlawanan. Persetan kalian,” katanya.

Baca juga: BLACKPINK Resmi Rilis Album Deadline, Ada Andil Chris Martin di Lagu Andalannya

Lagu Let Down versi paduan suara digunakan sebagai lagu latar untuk video di media sosial @icegov yang diunggah pada 19 Februari kemarin. Penggalan lagu yang ada di album Radiohead yang berjudul OK Computer (1997) ini dipakai untuk mengiringi foto-foto individu yang dianggap telah dirugikan dengan kehadiran imigran di Amerika.

Radiohead
Radiohead. Foto: Instagram/@radiohead

Sebelum Radiohead, beberapa musisi dunia juga pernah protes dan menyampaikan keberatan ketika lagu mereka digunakan tanpa izin untuk konten-konten di sosial media ICE. Pada November 2025, Olivia Rodrigo menegur organisasi tersebut karena menggunakan penggalan lagu All-American Bitch dalam video yang menunjukkan petugas ICE secara paksa menangkap dan menahan orang-orang.

“Jangan pernah menggunakan lagu-laguku untuk mempromosikan propaganda rasis dan penuh kebencianmu,” tulis Rodrigo.

Baca juga: Dark Jokes Harry Styles di Momen Kremasi Jenazah Neneknya Gara-Gara Lagu The Beatles

Sementara itu, Sabrina Carpenter juga mengomentari penggunaan lagunya, Juno yang dipakai tanpa izin. Lagu itu mengiringi video yang memperlihatkan petugas ICE menangkap paksa orang-orang yang dianggap imigran ilegal.

“Video ini jahat dan menjijikkan. Jangan pernah melibatkan aku atau musikku untuk mendukung agenda tidak manusiawi kalian,” komentar Carpenter.

Share This Article