Totalitas Timothée Chalamet, 7 Tahun Latihan Demi Film Marty Supreme

Yuri Setiawan
2 Min Read
Timothée Chalamet. Foto: Instagram/@tchalamet

Jakartashowbiz.com – Sebagai aktor, Timothée Chalamet tidak pernah setengah-setengah dalam menjalani pekerjaannya. Untuk perannya sebagai atlet tenis mejadi film Marty Supreme, aktor 29 tahun ini sudah mulai berlatih jauh sebelum proses syutingnya di mulai.

Dalam wawancara dengan BBC, Chalamet membocorkan bahwa dirinya pertama kali ditawari proyek Marty Supreme pada tahun 2018. Sejak saat itu, dia memanfaatkan setiap waktu luangnya untuk berlatih secara intens agar bisa tampil maksimal.

“Saya didekati dengan proyek ini pada 2018. Itu berarti saya punya waktu enam sampai tujuh tahun untuk persiapan, meski tidak terus-menerus. Di setiap waktu senggang, saya berlatih sebanyak mungkin,” ujarnya.

Baca juga: AGAK LAEN: Menyala Pantiku! Tembus 8 Juta Penonton saat Avatar: Fire and Ash Mulai Tayang di Bioskop

Timothée lantas membandingkan apa yang dilakukan di film ini dengan pengalamannya memerankan Bob Dylan di film biografi, A Complete Unknown. Jika di film Dylan dia harus menyanyi dan bermain gitar secara live, di Marty Supreme dia tertantang untuk menghadirkan keaslian gerakan seorang atlet profesional.

“Seperti di film Bob Dylan, jika Anda penggemar Dylan atau pemain gitar, maka yang terpenting adalah memastikan semuanya terlihat nyata di layar. Begitu juga di film ini, jika Anda penggemar tenis meja, permainan itu harus terlihat meyakinkan,” jelasnya.

Timothée Chalamet
Timothée Chalamet. Foto: Instagram/@tchalamet

Dengan totalitas yang ditunjukkan, tak heran jika karier Chalamet terus menanjak dengan berbagai proyek besar. Atas hal itu, Chalamet pun merasa sangat bersyukur. Bagi dia, bisa bekerja di proyek yang benar-benar dia cintai adalah sebuah keistimewaan yang tidak didapatkan oleh semua aktor.

“Saya menjalani hidup yang luar biasa, bisa mengerjakan proyek-proyek yang benar-benar dekat dengan hati saya. Banyak aktor bahkan tidak mendapat kesempatan untuk bekerja, apalagi mengerjakan hal-hal yang mereka cintai,” katanya.

Menutup pernyataannya, Chalamet menyampaikan pesan mendalam soal totalitasnya menjalani setiap peran yang dijalani. Baginya, hal itu sama sekali bukan masalah besar yang perlu dikeluhkan. “Ada hal-hal yang jauh lebih buruk dalam hidup daripada harus belajar bermain gitar dan tenis meja di level tinggi,” pungkasnya.

Share This Article