Jakartashowbiz.com – Kabar mengejutkan sekaligus menyentuh datang dari aktor legendaris Hollywood, Bruce Willis. Keluarganya baru saja mengumumkan keputusan besar untuk mendonorkan otak sang aktor untuk penelitian ilmiah setelah Bruce Willis meninggal dunia nanti.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh istri tercinta Bruce Willis, Emma Heming Willis. Dalam buku terbaru Emma yang berjudul The Unexpected yang dikutip kompascom, dia mengungkapkan bahwa keluarga sepakat menyumbangkan otak Bruce Willis setelah kepergiannya agar para ilmuwan dapat mempelajari lebih jauh tentang penyakit demensia frontotemporal (FTD).
Baca juga: Elizabeth Olsen Curhat Soal Takut Mati dan Bersyukur Bisa Menua Lewat Film Eternity
Seperti diketahui, Bruce Willis memutuskan pensiun dari dunia akting pada 2022 lalu. Awalnya, dia didiagnosis menderita afasia, sebuah gangguan yang memengaruhi kemampuan berbicara dan berbahasa seseorang. Namun, kondisi kesehatan sang bintang ini ternyata berkembang menjadi lebih kompleks. Setahun kemudian, diagnosis tersebut diperbarui menjadi demensia frontotemporal (FTD).
FTD adalah sebuah kondisi neurodegeneratif yang secara progresif memengaruhi perilaku, komunikasi, hingga kepribadian penderitanya. Ini adalah penyakit yang berat, tidak hanya bagi pasien tapi juga bagi orang-orang terdekat yang merawatnya setiap hari.

Dengan langkah keluarga Bruce Willis yang bermaksud mendonasikan otak sang aktor untuk dipelajari, para peneliti meyakini bahwa hal itu bisa membuka pemahaman baru mengenai perubahan biologis yang terjadi pada penderita FTD. Hal-hal mendetail mulai dari penumpukan protein abnormal, mutasi genetik, hingga perubahan struktural otak bisa dipelajari lebih dalam lewat donasi ini.
Pemahaman mendalam tentang FTD sendiri dinilai sangat penting bagi perkembangan dunia medis. Pasalnya, hingga saat ini banyak aspek dari penyakit tersebut yang masih belum dapat diamati secara maksimal hanya melalui pemeriksaan luar saja.
Keputusan ini merupakan wujud harapan keluarga besar Bruce Willis yang sangat kompak, termasuk mantan istrinya Demi Moore. Mereka ingin mengubah situasi menyakitkan yang dialami Bruce Willis menjadi ‘warisan’ penting untuk dunia medis.
Selain untuk penelitian, mereka juga berharap langkah ini dapat meningkatkan kesadaran global tentang demensia frontotemporal. Penyakit ini hingga kini masih kurang dikenal oleh masyarakat luas, meski dampaknya sama menghancurkannya dengan jenis demensia lain.