Jakartashowbiz.com – Sebuah ledakan mengejutkan terjadi di SMA Negeri 72, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat siang, 13 November 2025. Insiden ini menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyatakan bahwa sebanyak 54 orang menjadi korban dalam peristiwa ini. Jumlah tersebut terdiri dari korban yang mengalami luka berat dan luka ringan.
“Data yang kita terima, 54 orang luka ringan dan sedang, bahkan ada yang sudah pulang. Sementara itu dulu, nanti kalau ada perkembangan lebih lanjut diinfokan lagi,” kata Asep di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dikutip dari ANTARA.
Baca juga: Maldives Jadi Negara Pertama yang Larang Tembakau untuk Gen Z, Termasuk pada Wisatawan
Polda Metro Jaya langsung bergerak cepat mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memasang garis polisi (Police Line) untuk menjaga area steril. Selain itu, tim penjinak bom juga telah melakukan sterilisasi di lokasi ledakan untuk memastikan tidak ada ancaman susulan.
Untuk membantu keluarga korban, Polda Metro Jaya juga membuka dua posko. Posko tersebut berlokasi di RS Yarsi dan RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
āLangkah-langkah membuat posko di Rumah Sakit Yarsi, guna membantu keluarga-keluarga korban, untuk mencari anak-anak didiknya yang sedang dirawat,” kata Asep.
Penyebab pasti ledakan ini masih dalam pendalaman oleh Polda Metro Jaya. Proses penyelidikan dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat potensi bahaya yang mungkin masih ada.
“Itu yang kita mau dalami. Lagi sisir juga sama Gegana karena ledakan itu kan ada SOP khusus. Jangan sampai kita olah TKP, ada ledakan susulan. Kan belum tahu asal muasal ledakan itu karena apa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.
Dihimpun dari berbagai sumber, ledakan di SMA 72 Kelapa Gading berasal dari mesjid yang ada di lingkungan sekolah. Dugaan awal, ledakan tersebut berasal dari bom rakitan yang diduga dibuat oleh salah satu siswa sekolah tersebut yang kerap menjadi korban bully. Di lokasi kejadian, kabarnya juga ditemukan senjata rakitan.