Jennifer Lawrence Ngaku Malu Lihat Persona Menyebalkan di Masa Lalu

Yuri Setiawan
3 Min Read
Jennifer Lawrence. Foto: Instagram

Jakartashowbiz.com – Jennifer Lawrence baru-baru ini ngasih tanggapan jujur soal citranya di berbagai sesi wawancara. Aktris 35 tahun ini merasa kalau persona dirinya emang menjengkelkan ketika dia lagi di puncak ketenaran!

Jennifer Lawrence itu emang sukses banget di Hollywood. Dia bahkan bawa pulang banyak penghargaan berkat aktingnya yang keren di film Silver Linings Playbook dan American Hustle.

Awalnya, dia dapet respons positif dari publik karena sikapnya yang jujur dan apa adanya di setiap wawancara. Orang-orang suka karena dia dia dianggap nggak jaim dan apa adanya.

Tapi, kebiasaan wawancara Lawrence ini lambat-laun mulai mendatangkan respons negatif dari publik. Banyak yang nganggep kalau dia itu cuma menampilkan persona jujur yang ‘palsu’. Tudingan ini muncul karena Lawrence sendiri baru-baru ini bilang kalau saat di wawancara, dia tegang banget.

“Wawancara itu menegangkan. Setiap kali saya diwawancara, saya berpikir, ‘Saya tidak bisa melakukan ini pada diri saya lagi’. Saya merasa kehilangan kendali atas karya saya ketika harus melakukan jumpa pers untuk sebuah film,” ungkap Lawrence di The New Yorker.

Baca juga: Megan Fox Ungkap Sisi Kelam di Balik Ketenarannya di Hollywood

Bintang No Hard Feelings ini juga sempat nonton ulang beberapa sesi wawancara yang pernah dia lakuin. Siapa sangka, Jennifer Lawrence justru ngerasa malu banget melihat dirinya sendiri dalam beberapa momen wawancara di masa lalu.

Nggak cuma itu, Jennifer Lawrence juga ngasih tanggapan soal anggapan persona palsu di beberapa sesi wawancara. Dia nggak membantah sama sekali, justru dia merasa kalau itu adalah mekanisme pertahanan dirinya.

“Ya, memang begitu. Atau dulu kepribadian saya yang asli, tapi itu juga mekanisme pertahanan diri. Jadi itu mekanisme pertahanan diri untuk sekadar bersikap seperti, ‘Saya tidak seperti itu! Saya buang air besar di celana setiap hari!’,” kata Lawrence.

“Saya melihat wawancara-wawancara itu, dan orang itu menyebalkan. Saya mengerti kenapa melihat orang itu di mana-mana bisa menyebalkan,” lanjutnya.

Respons publik terkait persona wawancara itu awalnya bikin Lawrence cukup heran. Tapi, dia dengan cepat langsung menyadari pandangan publik terhadap dirinya.

“Saya pikir saya merasa ditolak bukan karena film-film saya, bukan karena pandangan politik saya, tetapi karena kepribadian saya,” tutupnya.

Share This Article