Jakartashowbiz.com – Siapa yang tidak kenal Megan Fox? Aktris cantik yang populer lewat perannya di film Transformers itu sempat mengalami masa keemasan karir di Hollywood. Namun ternyata, di balik spotlight yang didapat, ada kisah kelam yang baru-baru ini diungkap.
Dalam sebuah wawancara, Megan Fox bilang kalau perjuangannya menghadapi ketenaran justru membuatnya terpuruk secara mental. Fox, yang kini berusia 39 tahun, mengaku bahwa di puncak karirnya, ia merasa sangat kehilangan arah dan dipenuhi amarah terhadap industri hiburan.
“Saya sangat kehilangan arah dan dipenuhi amarah tentang bagaimana saya diperlakukan di industri ini,” ujar Megan Fox, dikutip dari People.
Baca juga: Kini Sukses, Sydney Sweeney Pernah Diremehkan saat Casting di Hollywood
Nama Megan Fox mulai dikenal luas setelah membintangi film Transformers, yang kemudian dilanjutkan dengan perannya di Jennifer’s Body pada tahun 2009. Namun, di puncak ketenaran yang didapat dengan cepat, dia justru merasakan tekanan yang luar biasa dari media dan para paparazi.
Megan Fox masih ingat salah satu momen ketika ia meninggalkan acara pemutaran film dan langsung diserbu oleh kerumunan paparazi. “Saya cuma ingin ke mobil, tapi mereka semua merekam saya. Ada yang berteriak, ‘Megan, kenapa kamu menyebalkan sekali?’ Lalu yang lain bilang, ‘Megan, kamu pikir kamu terlalu dibesar-besarkan? Kata internet begitu.’ Saat itu saya cuma berusaha menjalani pekerjaan saya,” ungkapnya.

Megan Fox mengatakan perlakuan semacam itu meninggalkan luka mendalam. Dia merasa kehilangan kendali atas hidupnya dan menyimpan kemarahan besar terhadap apa yang terjadi di dunia hiburan saat itu.
“Saya merasa benar-benar disakiti. Saya sedang berusaha keras untuk bertahan, tapi paparazi saat itu sangat kejam terhadap perempuan,” ungkapnya.
Menariknya, saat memerankan karakter Jennifer, seorang gadis remaja yang dikorbankan dan kemudian dirasuki setan dalam film Jennifer’s Body, Megan Fox menemukan cerminan dirinya di karakter Jennifer. Menurutnya, Jennifer adalah sosok dirinya yang menjadi korban atas kepentingan orang lain.
“Saya masuk ke industri ini di usia 19 tahun, membuat film besar pertama saya, dan saya merasa seperti sedang mengalami hal yang sama, dikorbankan oleh industri,” katanya.

Peran Jennifer dalam Jennifer’s Body ternyata menjadi semacam terapi emosional bagi Megan Fox. Melalui karakter tersebut, ia bisa menyalurkan sisi gelap dan amarah yang selama ini tidak bisa ia ekspresikan dalam kehidupan nyata.
Meski sempat memiliki amarah yang besar, tapi Megan Fox mengakhiri pengakuan masa lalunya itu dengan bijak. Bagi Fox, pengalaman tersebut justru membentuknya menjadi pribadi yang lebih kuat.
“Saya benar-benar berjuang saat itu. Tapi kalau saya memiliki kejelasan seperti sekarang, mungkin saya tidak akan bisa tampil seautentik dulu,” pungkas Megan Fox.