Jakartashowbiz.com – Di tengah ramainya demo di mana-mana, banyak yang penasaran soal siapa yang danain aksi ini. Pakar hukum Deolipa Yumara tegas bilang, demo gede kali ini bukan soal dana, tapi soal emosi masyarakat yang udah nggak bisa dibendung.
Menurutnya, yang bikin rakyat marah bukan cuma kebijakan, tapi juga sikap anggota DPR yang dianggap nyakitin hati.
Baca Juga: Ahn Hyo-seop Bikin Proyek Amal di Indonesia Bareng SCTV dan TipTip
“Pemicu utama adalah adanya anggota DPR yang menari-nari di atas penderitaan rakyat,” tegas Deolipa di Depok, Jumat (29/8/2025).

Dia jelasin gimana kontrasnya kondisi rakyat yang lagi susah sama gaya hidup anggota dewan yang malah ngerayain kenaikan gaji.
“Rakyat sedang sengsara, nyari makan susah, banyak yang nganggur. Kemudian anggota DPR mendapatkan kenaikan gaji yang signifikan yang kemudian dipublikasikan sebagai suatu kebahagiaan,” jelasnya.
Menurut Deolipa, modal utama demo ini justru emosi masyarakat. Rasa kecewa dan marah jadi bahan bakar utama, bukan duit dari donatur.

“Dana yang paling besar itu adalah dana emosi masyarakat. Jadi masyarakat merasa emosional, merasa kecewa, sehingga itu menjadi trigger yang paling besar, katanya.
Dia bilang, gerakan ini jalan karena “modal sosial” berupa kemarahan yang udah numpuk, bukan karena ada yang biayain gede-gedean.
“Jadi bukan dana uang, tapi dana emosi. Emosi masyarakat yang kemudian menciptakan akumulasi demonstrasi yang kemudian membesar,” katanya.

Makanya, demo ini susah dikendalikan karena melibatkan banyak elemen, mulai dari pelajar, buruh, sampai ojek online.
“Nah, siapa masyarakat itu? Masyarakat itu masyarakat umum. Anak sekolah, anak STM, kemudian anak-anak yang masih muda yang tidak bekerja, banyak yang nganggur,” pungkasnya.