Kementerian Ekonomi Kreatif Gandeng 13 Nadi Group, Bantu Kreator Konten Lindungi Kekayaan Intelektual

William Alvin
4 Min Read

Jakartashowbiz.com – Industri kreator konten di Indonesia makin berkembang pesat dan punya kontribusi besar ke ekonomi digital. Tapi di balik kesuksesan itu, masih ada tantangan yang harus dihadapi, terutama soal perlindungan kekayaan intelektual (KI).

“Rantai dari bisnis model ini adalah content to the next level, bukan sekedar mengejar subscriber,” kata Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, di Artotel Mangkuluhur, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2025).

Baca Juga: Bareng Kanky, Never Too Lavish Tutup Project The Prism of Zodiac Colors dengan Kolaborasi Epic

Kementerian Ekonomi Kreatif sadar betul akan pentingnya hal ini. Makanya, mereka bekerja sama dengan 13 Nadi Group untuk meluncurkan program “Content Next Level”. Program ini ditujukan buat 1.001 kreator konten di berbagai daerah agar bisa mendapatkan perlindungan KI dan apresiasi atas karya-karyanya.

Foto: Istimewa

“Yuk kita menuju ke Indonesia emas dan dunia yang lebih baik. Kita level up bareng,” lanjut Irene.

Menurut Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenparekraf, Muhammad Neil El Himam, ada dua tantangan utama yang sering dihadapi kreator konten. Pertama, rendahnya pendapatan dari iklan atau revenue per mille (RPM) di Indonesia.

“Banyak kreator yang punya jutaan pengikut dan miliaran views, tapi tetap kesulitan mendapatkan penghasilan yang layak,” ungkap Neil.

Masalah kedua adalah maraknya praktik reupload konten tanpa izin yang jelas-jelas melanggar hak cipta. Hal ini bikin banyak kreator kehilangan potensi pendapatan karena karyanya digunakan pihak lain tanpa seizin mereka.

“Perlindungan KI memberikan peluang bagi kreator untuk memonetisasi konten yang diunggah ulang atau melakukan penghapusan jika diperlukan,” ujar Neil.

Sebagai mitra dalam program ini, 13 Nadi Group punya peran penting dalam mendampingi kreator konten agar bisa lebih profesional. Awalnya dikenal sebagai label musik digital sejak 2019, 13 Nadi Group kini berkembang jadi multi-channel network (MCN) yang fokus membantu kreator digital.

“Kami memastikan bahwa perlindungan kekayaan intelektual dapat menjadi modal bagi kreator untuk terus mengembangkan kanal mereka,” ujar Sugio Wibowo, perwakilan 13 Nadi Group.

Bagi kreator yang ingin ikut serta dalam program ini, bisa langsung daftar lewat www.1001kreatorkonten.id. Ini kesempatan emas buat kreator yang ingin berkembang dan mendapat perlindungan lebih baik atas karyanya.

Selain memberikan perlindungan KI, Kemenparekraf juga memberikan penghargaan kepada kreator konten yang dianggap konsisten menghadirkan konten positif dan edukatif. Penghargaan ini diberikan kepada kreator dengan segmen niche yang beragam.

Foto: Istimewa

Para penerima penghargaan ini adalah Leika Garudita, Alfarid Ramadani (Omped Visual), Yudist Ardhana, Brando Franco Windah (Windah Basudara), Zuniyati (Zuni and Family), dan Ketut Yoga Yudistira (Kok Bisa).

Salah satu penerima penghargaan, Windah Basudara, menyampaikan rasa terima kasihnya atas adanya program ini. Ia menilai bahwa Content Next Level bukan cuma sekadar ajang apresiasi, tapi juga sebagai sarana edukasi bagi kreator agar lebih paham tentang pentingnya perlindungan kekayaan intelektual.

“Sebagai kreator konten saya sangat mengapresiasi program Content Next Level. Dari sini saya mendapat edukasi dan disadarkan tentang bagaimana mengelola aset digital dengan lebih baik lagi. Harapannya tentu kita ingin program ini dan perlindungan kekayaan intelektual bisa merambah lebih banyak lagi kreator konten Indonesia lainnya,” ujarnya.

Foto: Istimewa

Dengan program ini, diharapkan semakin banyak kreator konten yang memahami pentingnya perlindungan kekayaan intelektual. Ini bukan cuma soal hak cipta, tapi juga tentang keberlanjutan industri kreator konten di Indonesia.

Jika semua kreator punya perlindungan yang baik, mereka bisa lebih fokus berkarya dan mendapatkan apresiasi yang layak. Ditambah dengan dukungan dari Kemenparekraf dan 13 Nadi Group, industri ini bisa terus berkembang dan menjadi salah satu sektor unggulan di masa depan.

Share This Article