Jakartashowbiz.com – Semakin dekat dengan waktu penayangannya, film Suka Duka Tawa resmi merilis final trailer yang bikin hati nyesek. Dalam rilisan terbarunya, film kolanorasi BION Studios dan Spasi Moving Image ini menampilkan konflik keluarga yang kian menguat, menggambarkan dinamika hubungan orang tua dan anak yang penuh luka namun tetap menyisakan ruang untuk kesempatan kedua.
Dalam trailernya, hubungan Tawa (Rachel Amanda) bersama kedua orang tuanya, Keset (Teuku Rifnu Wikana) dan Cantik (Marissa Anita), dibingkai secara lebih intim. Penonton seakan diajak menggali perasaan-perasaan terpendam yang tak pernah diungkapkan sang anak, serta melihat sisi rapuh orang tua yang mengakui kesalahan mereka demi mencari jalan komunikasi yang lebih terbuka.
Baca juga: Sah! AGAK LAEN: Menyala Pantiku! jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
Atmosfer trailer ini terasa makin menyayat hati berkat soundtrack yang pas banget. Lagu Masa Sepi dari Bernadya dan Timur milik The Adams sukses menambah lapisan emosi, mengungkap perasaan terdalam antara relasi orang tua dan anak yang mungkin selama ini sulit terucap.
“Lewat film Suka Duka Tawa aku ingin ceritanya sampai ke hati penontonnya. Dengan menceritakan luka secara jujur, aku berharap secara emosi dan komedinya bisa tersampaikan dengan tulus dan memberikan refleksi. Sehingga aku berharap penonton bisa mendapatkan pengalaman tertawa sambil menangis secara bersamaan. Lewat karakter Tawa, aku juga mencoba memahami orang-orang di sekitarku, dan semoga film ini bisa menebarkan cinta dan memberikan harapan-harapan baru di awal tahun 2026,” kata sutradara Aco Tenriyagelli sebagai sutradara.

Sementara itu, Rachel Amanda selaku pemeran utama, memberikan pandangannya tentang karakter Tawa yang unik. Tawa digambarkan sebagai anak stand-up comedy yang mewarisi darah humor dari bapaknya, namun memendam isu pelik karena merasa ditinggalkan sejak kecil.
“Karakter Tawa itu kan anak Stand Up Comedy, yang Bapaknya merupakan pelawak TV. Secara darah komedinya memang sudah menurun dari sang Bapak. Namun, Tawa juga punya isu dirinya tidak dekat dengan sang Bapak, ditinggal dari kecil dan merasa tidak pernah dinafkahi. Tapi saat Tawa bertemu dengan Bapaknya ketika dia sudah dewasa, dia mencoba memahami apa yang menjadi struggle Bapaknya dalam upaya meraih mimpinya namun harus meninggalkan anaknya. Tawa pun menggunakan humor untuk berdamai dengan apa yang dia alami,” kata Rachel Amanda.

Meski belum resmi naik layar bioskop, antusiasme penonton Indonesia terhadap film ini terbukti sangat tinggi. Saat menggelar special screening pada 28 Desember 2025 di 15 kota, tiket terjual habis (sold out) di banyak lokasi.
Kabar baiknya, buat yang nggak mau kehabisan kursi, penjualan tiket Advance Ticket Sales (ATS) untuk penayangan perdana pada 8 Januari 2026 sudah dibuka mulai hari ini. Kalian bisa langsung menyerbu tiketnya via platform yang disediakan.