Selain di Indonesia, Film Ghost in the Cell Bakal Tayang di 86 Negara

Yuri Setiawan
3 Min Read
Cast dan kru film Ghost in the Cell. Foto: Poplicist

Jakartashowbiz.com – Karya terbaru Joko Anwar, Ghost in the Cell mendapatkan apresiasi tinggi dari dunia internasional. Selain di Indonesia, film tersebut bakal tayang di 86 negara di dunia.

Sebelumnya, menjelang world premiere di Berlinale 2026, Ghost in the Cell juga telah lebih dulu diakuisisi oleh distributor yang berbasis di Jerman, Plaion Pictures. Kerjasama tersebut membuat film Ghost in the Cell juga akan ditayangkan di bioskop di negara-negara berbahasa Jerman.

Baca juga: Arya Saloka Comeback ke Layar Kaca Lewat Sinetron Terikat Janji di RCTI

Saat ini, hak penayangan film Ghost in the Cell, termasuk penayangan bioskop film sudah dibeli oleh 86 negara, bahkan sebelum filmnya tayang di Indonesia 16 April nanti. Bagi Joko Anwar, hal itu membuktikan jika tema yang diangkat film tersebut punya relevansi di berbagai belahan dunia.

“Awalnya kita tidak berpikir penonton negara lain bisa relate, ternyata ini bukan hanya cerita Indonesia. Tapi ternyata ini juga cerita Amerika, cerita Brasil, cerita India, cerita Prancis, karena korupsi itu tidak punya kewarganegaraan. Karena ketidakadilan itu bahasa universal. Karena perjuangan untuk kebenaran itu dimengerti oleh semua manusia, di mana pun mereka hidup. Itulah kenapa 86 negara mau membeli hak penayangan film ini,” kata Joko Anwar.

Secara garis besar, film Ghost in the Cell menggambarkan kehidupan sehari-hari para napi di dalam lapas Labuhan Angsana yang lekat dengan masalah penindasan dari pejabat lapas, serta permusuhan dan kekerasan antar sesama tahanan. Suatu hari, seorang napi baru masuk dan satu per satu napi mati dengan cara yang sangat mengerikan.

Film Ghost in the Cell tayang di 86 Negara
Film Ghost in the Cell tayang di 86 Negara. Foto: Siaran pers

Setelah mengetahui bahwa ada hantu yang membunuh orang dengan aura atau energi yang paling negatif, para napi berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk membuat aura mereka tetap positif. Tapi tentunya sangat sulit tetap positif di penjara yang penuh ketidakadilan. Hingga mereka sadar satu-satu hal yang sepertinya tak mungkin tapi harus mereka lakukan untuk tetap hidup: bersatu untuk melawan penindas, bahkan hantu sekalipun.

“Walaupun ini adalah film yang gampang dinikmati karena bergenre komedi horor, ini adalah film tentang kekuasaan, tentang sistem yang korup, tentang orang-orang kecil yang terjebak di dalamnya. Tentang apa yang terjadi ketika kebenaran ditutupi, dan apa yang terjadi ketika ia akhirnya muncul ke permukaan,” kata Joko Anwar.

Film Ghost in the Cell merupakan persembahan terbaru rumah produksi Come and See Pictures, yang bekerja sama dengan RAPI Films, Legacy Pictures dan Barunson E&A yang juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini. Filmnya sendiri dibintangi oleh jajaran cast seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey,bAming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, dan sejumlah nama lainnya.

Share This Article