Primitive Monkey Noose Ajak Mengingat Warisan Leluhur Lewat Lagu Panen Raya

Yuri Setiawan
2 Min Read
Cover Artwork lagu Panen Raya dari Primitive Monkey Noose. Foto: Demajors

Jakartashowbiz.com – Grup Primitive Monkey Noose membuka tahun 2026 dengan merilis single terbaru yang terkesan tak biasa. Lewat lagu berjudul Panen Raya, mereka mengajak pendengar untuk mengingat warisan leluhur.

Lagu ini mengangkat tema pertanian dan perikanan yang sejak lama menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam Panen Raya, isu pertanian dan perikanan diangkat sebagai identitas yang telah terbentuk jauh sebelum Indonesia berdiri sebagai negara.

“Lagu ini mengajak pendengar untuk menengok kembali warisan leluhur melalui aktivitas menanam, memanen, menjala, dan mengarungi laut sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” kata mereka.

Baca juga: Momen Reflektif yang Bikin Charlie Puth Putuskan Berhenti Konsumsi Alkohol

Panen Raya tidak hanya berbicara tentang musim panen dan kehidupan petani serta nelayan, tetapi juga memuat doa dan harapan akan kehidupan yang rukun, semangat gotong royong, serta perayaan hidup bersama sebagai masyarakat Indonesia. Beberapa penggalan lirik dalam lagu ini juga menggambarkan ajakan untuk kembali pada kesederhanaan dan nilai kebersamaan yang tumbuh dari kehidupan agraris dan maritim.

Baca juga: Louis Tomlinson Akui Tak Leluasa Nyanyikan Lagu One Direction untuk Konser Solonya

Single Panen Raya diproduksi oleh Prima Yuda Prawira di Beehive Home Studio Recording, Batulicin. Secara musikal, Primitive Monkey Noose tetap mempertahankan ciri khasnya dengan memadukan bunyi panting dengan unsur punk dan rock.

Melalui perilisan lagu ini, Primitive Monkey Noose kembali menegaskan konsistensinya dalam berkarya dan bersuara dari skena musik Kalimantan Selatan ke ranah nasional. Selain terus tampil dan merilis karya, band ini juga menjadikan musik sebagai medium untuk menyampaikan energi serta pesan kepada pendengarnya.

Share This Article