Jakartashowbiz.com – Band rock keren dari Batulicin, Kalimantan Selatan, Primitive Monkey Noose, akhirnya ngerilis single terbaru mereka, “Pandir Wara”! Kolaborasi bareng demajors, perusahaan rekaman dari Jakarta ini, pasti bakal bikin kuping kalian melek. Jujur aja, lagu ini pas banget buat ngatain hal-hal yang bikin kita pengen bilang “Bacot, kalian!” di keseharian, yang sering kita temuin di mana-mana.
Baca Juga:Â Dapat Sentuhan Yovie Widianto, Elma Dae Bikin Baper Lewat Lagu Cinta Terindah
Secara lirik, “Pandir Wara” itu bisa kalian artiin harfiah atau sarkas. Kalo lagi santai, mungkin cuma jadi candaan tongkrongan. Tapi, kalo kalian telaah lebih dalam, lagu ini jadi pengingat buat kita tentang bahaya dari omongan yang enggak konsisten, penipuan, dan kebohongan. Ini juga jadi respons mereka terhadap kondisi sosial politik dan masyarakat kita yang lagi hectic banget sekarang.

Soal musik, “Pandir Wara” ini perpaduan genre yang anti-mainstream! Tapi tenang, mereka tetap gak ninggalin identitas awal. Alat musik panting, ciri khas mereka, tetap punya peran penting. Bedanya, kali ini notasi nadanya lebih catchy dan gampang nyangkut di telinga kalian. Dijamin bikin kalian angguk-angguk!
Artwork kece buat single ini digarap sama ilustrator jagoan dari Banjarmasin, Reggy Dyanta. Menurut Reggy, “Pandir Wara” punya makna yang dalam banget. Dia melihat lagu ini sebagai ajakan untuk merenung dan bertindak.

Reggy juga menjelaskan detail ilustrasinya yang penuh simbolisme. Gambar bekantan berjubah di atas ranting, serta konfrontasi bekantan dengan ular besar, menjadi representasi visual dari pesan lagu ini.
“Di pusat komposisi, seekor Bekantan (Nasalis Larvatus) berjubah berdiri memunggung di atas ranting. Sebagai primata endemik Kalimantan yang hidup berkoloni, kehadirannya membawa simbol keterikatan dengan komunitas. Di satu sisi, hadir fragmen dramatis bekantan dan ular besar saling bertatapan sebuah konfrontasi yang tak terelakkan, simbol pertarungan antara diam dan perlawanan, antara pandir wara dan keputusan untuk bergerak, bertindak atau menyerah,” jelas Reggy.
“Pandir Wara adalah ajakan untuk menengok kembali ke dalam diri, merenungi posisi kita: tetap bertahan bersama koloni yang pasif, atau berani melompat sendirian menuju pergerakan,” tambah Reggy. Wah, ilustrasinya aja udah penuh makna, kan?
Primitive Monkey Noose diperkuat oleh Richie Petroza (vokal), Oveck Arsya (gitar), Ridho (gitar), Wan Arif Fadly (panting), Denny Sumaryono (gitar bas), dan Juli Yusman (drum). Jangan sampai kalian ketinggalan, single “Pandir Wara” sudah bisa didengarkan di semua platform streaming digital favorit kalian, seperti Spotify, YouTube Music, TikTok Music, Apple Music, dan Langit Musik, mulai 25 Oktober 2025.