Jakartashowbiz.com – Hari Minggu ini kalian wajib waspada ya sama kondisi di sekitar. Karena, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta dan sekitarnya kembali berpotensi diguyur hujan pada pagi ini dan sore nanti.
Peringatan dini hujan yang bisa disertai petir dan angin kencang diperuntukkan bagi sebagian wilayah di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, serta Kabupaten dan Kota Bogor. Dengan kelembapan udara berkisar 68-98 persen, cuaca sepanjang hari ini di Jakarta dan sekitarnya cenderung berawan tebal hingga hujan.
Baca juga: Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar Meninggal Dunia
Berdasarkan prakiraan cuaca 24 jam BMKG, hingga menjelang siang cuaca Jakarta dan sekitarnya masih relatif berawan dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Tangerang Selatan.Adapun prakiraan yang sama di Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kabupaten dan Kota Bekasi.
Menjelang malam, hujan dengan intensitas ringan berpeluang turun di sebagian besar wilayah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, hingga Kabupaten dan Kota Bogor.
Adapun suhu udara di wilayah Jadetabek adalah 24-30 derajat Celsius, sementara suhu di Kota dan Kabupaten Bogor lebih rendah, yakni 20-28 derajat Celsius.
Dalam beberapa hari terakhir, cuaca berawan tebal memang dominan mewarnai hari-hari di Jakarta dan sekitarnya. Banyak wilayah yang kembali merasakan hawa panas karena cuaca berawan tebal itu tak disertai hujan.
Berdasarkan Prospek Cuaca Mingguan yang dirilis BMKG pada 6 November lalu, potensi pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia masih signifikan selama sepekan ke depannya. Penyebabnya, antara lain pemanasan perairan Samudra Hindia bagian timur, dekat wilayah Indonesia yang meningkatkan aliran uap air dari Samudra Hindia ke Indonesia bagian barat, sehingga mendukung pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.
Sementara itu, fenomena La Nina lemah mengindikasikan adanya peningkatan pasokan uap air dari Samudra Pasifik menuju Indonesia. Ada juga faktor aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) serta gelombang ekuator Rossby dan Kelvin, serta faktor Siklon Tropis Fung-Wong di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina.
Selain itu ada juga sirkulasi siklonik di wilayah perairan barat daya Banten, barat Bengkulu, dan Maluku bagian selatan. Sirkulasi Siklonik ini terpantau membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Perairan Barat Sumatra Barat hingga Lampung, di Selat Sunda, di perairan selatan Banten, di Laut Arafuru, di Laut Aru, dan di pulau Maluku.