Tumbuhkan Minat Belajar Anak, Gentem Lifelong Learning Group Luncurkan Program Genstarkids

Yuri Setiawan
Gentem hadirkan program Genstarkids. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.comGentem Lifelong Learning Group mengumumkan peluncuran publik Genstarkids, program pembelajaran yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan anak usia 2,5 hingga 12 tahun pada proses belajar. Peluncuran ini berlangsung bersamaan dengan pembukaan center ke-12 Gentem di Living World Kota Wisata, Cibubur.

Dalam event tersebut menghadirkan talk show bertajuk “Thriving in Uncertainty: The Lifelong Learning Advantage” bersama Pritta Tyas, Gisela Thesa, Dr. Schott, dan Kish Gill, CEO & Founder Gentem Lifelong Learning Group. Diskusi ini menegaskan misi besar Gentem untuk meningkatkan daya saing individu melalui lifelong learning mindset, berangkat dari keyakinan bahwa setiap orang sukses, pertama dan terutama, adalah seorang Lifelong Learner.

“Setiap brand yang kami bangun berangkat dari satu nilai yang sama: pembelajaran tidak pernah berhenti, dan mereka yang memiliki mindset tersebut adalah mereka yang akan terus berkembang. Genstarkids adalah upaya kami untuk membantu anak usia 2,5–12 tahun mencintai proses belajar itu sendiri, sehingga rasa ingin tahu, kreativitas, dan dorongan untuk terus bertumbuh hadir secara natural. Fondasi inilah yang akan menopang kesuksesan mereka di masa depan, baik secara akademis maupun saat kelak memasuki dunia kerja,” ujar Kish Gill, CEO & Founder Gentem Lifelong Learning Group.

Baca juga: Hadir di Indonesia, SHOW Token Siap Dorong Transformasi Industri Film Nasional

Lifelong Learning merupakan nilai yang mendasari seluruh brand di bawah Gentem Lifelong Learning Group, termasuk Genstarkids. Gentem mendefinisikan Lifelong Learning sebagai kombinasi empat keterampilan yaitu komunikasi, pemikiran kritis, kolaborasi, dan kreativitas, serta empat pola pikir yang terdiri dari rasa ingin tahu, inisiatif, resiliensi, dan kemampuan beradaptasi.

Gentem meyakini bahwa gabungan keterampilan dan pola pikir ini penting tidak hanya selama menempuh pendidikan formal, tetapi juga saat bekerja, membangun bisnis, hingga menjalani kehidupan sehari-hari.

Gentem
Peluncuran program Genstarkids dari Gentem. Foto: Istimewa

Urgensi di balik misi Genstarkids didasarkan pada Future of Jobs Report 2025 dari World
Economic Forum (WEF). Melalui survei terhadap 1.000 perusahaan di 55 negara, laporan tersebut memproyeksikan 170 juta lapangan kerja baru akan tercipta pada 2030, sementara 92 juta pekerjaan akan tergantikan, didorong oleh adopsi artificial intelligence yang membuat
40% keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja berubah.

Laporan yang sama mencatat bahwa 66% pekerjaan pada 2030 akan menjadi kolaborasi antara manusia dan teknologi. Temuan ini memvalidasi kompetensi Lifelong Learning yang disoroti Gentem: keterampilan yang tidak dapat direplikasi oleh teknologi dan tetap relevan di tengah perubahan kondisi global.

Berdasarkan penilaian PISA 2022 yang dikutip oleh UNICEF Indonesia, hanya 26% siswa berusia 15 tahun di Indonesia yang menunjukkan keterampilan pemikiran kreatif dasar, dan hanya 5% yang mencapai tingkat tinggi. Padahal, pemikiran kreatif adalah keterampilan yang dinilai para pemberi kerja di seluruh dunia semakin tidak bisa ditawar, keterampilan yang perlu ditanamkan sejak dini, bukan diperbaiki saat sudah terlambat.

Baca juga: TCP Group Luncurkan Kratingdaeng Red Bull Next Generation, Buka Peluang Atlet Muda Indonesia Menuju Panggung Internasional

Genstarkids dibangun di atas keyakinan bahwa hal terpenting yang dapat dipelajari seorang
anak adalah mencintai proses belajar itu sendiri. Kurikulumnya menerjemahkan kerangka
Lifelong Learning Gentem ke dalam tiga pilar utama, yaitu Komunikasi, Karakter, dan Perkembangan kognitif. Alih-alih berfokus semata pada hasil akademis, metodologi Genstarkids menggabungkan project-based learning, experiential learning, cross-curricular integration, serta inquiry-based method, dimana kurikulumnya diselaraskan dengan standar internasional seperti Cambridge English Assessment dan CEFR, didukung oleh sumber daya global seperti Oxford Reading Tree, Code.org, dan Canva for Education, serta mengintegrasikan penggunaan AI sebagai bagian dari pembelajaran.

“Yang menarik perhatian saya dari Genstarkids adalah bagaimana program ini benar-benar dibangun di sekitar anak, bukan sekadar seputar hasil. Komunikasi, karakter, dan pertumbuhan kognitif adalah fondasi yang tepat bagi generasi berikutnya, dan saya percaya pada misi ini dalam jangka panjang. Saya bangga dapat mendukung Genstarkids dan membawa keyakinan Lifelong Learning ini kepada keluarga-keluarga di seluruh Indonesia,” ujar Pritta Tyas, Founder Sekolah Bumi Nusantara Montessori.

Share This Article