Jakartashowbiz.com – Rumah produksi MIR Productions memulai debutnya di layar lebar dengan hal yang tak biasa. Bagaimana tidak, mereka menggabungkan aktor dan aktris senior, Slamet Rahardjo dan Widyawati sebagai pemeran utama dalam film berjudul Cinta Lama Babak Kedua (CLBK).
Dalam film bergenre romantis komedi tersebut, Slamet Rahardjo berperan sebagai Abi yang memiliki hubungan di masa lalu yang belum selesai dengan Sita (Widyawati). Cerita di masa muda mereka itu lantas menimbulkan friksi dan menjasi rumit ketika cucu mereka, Ambar (Sintya Marisca) dan Raka (Iskak Khivano) terancam tidak jadi menikah.
Dipercaya menjadi pemeran utama bersama Widyawati, Slamet Rahardjo mengaku senang. Selain jalan cerita yang terbilang tak biasa, persahabatan antara mereka yang sudah terjalin sangat lama juga disebut membuat proses syuting jadi menyenangkan.
“Luar biasa senang ya, karena kita sudah sahabat lama, kita main bersama,” kata Slamet Rahardjo dalam special screening yang berlangsung di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6).

Hal senada disampaikan Widyawati. Menurutnya, proses syuting berlangsung santai dan penuh dengan canda tawa. Dalam pandangannya, para pemain dan kru yang terlibat sama-sama berusaha untuk membuat suasana syuting menyenangkan.
“Oh iya, seru aja. Senang aja kita bisa kerja sama lagi. Jadi nggak ada masalah. Kita berusaha untuk pekerjaan itu jangan terlalu berat. Jadi kita sendiri juga harus bisa membawa suasana jadi enak, rileks,” tuturnya.
Selain nama-nama yang sudah disebutkan, film Cinta Lama Babak Kedua (CLBK) juga turut dibintangi oleh Sarah Sechan, Kiki Narendra, Iyang Dharmawan, Febry Khey dan Annisa Kaila.
Selain mereka, Yusuf Mahardhika dan Gisellma Firmansyah Disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana, film yang akan tayang di layar bioskop mulai 2 Juli 2026 itu diharapkan bisa jadi penyegaran layar bioskop yang belakangan ramai dengan film bernuansa horor.
“Filmnya sendiri diproduksi tahun lalu dan berlokasi di Jakarta dan Bandung. Kami menyulap jalan Braga di Bandung agar terlihat seperti setting tahun 1970, lengkap dengan segala properti dan ekstras yang berpenampilan dari tahun tersebut. Cukup rumit, tapi sangat
puas dengan hasilnya. Penonton bisa buktikan sendiri nanti di bioskop,” ujar Vladimir Rama, Co-Producer Film CLBK sekaligus founder dari MIR Productions.