Tayang Mulai 25 Juni, Film Tanah Runtuh Ajak Melihat Dunia dengan Lebih Tenang dan Jujur Lewat Karakter Utamanya

Yuri Setiawan
4 Min Read
Konferensi pers film Tanah Runtuh. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Rumah produksi Denny Siregar Production kembali menyuguhkan sesuatu yang segar di layar bioskop. Setelah Sayap-Sayap Patah yang berlatar kerusuhan di Mako Brimob dan Kupu-Kupu Kertas yang mengambil sudut pandang lain dari tragedi Banyuwangi di tahun 1965, kali ini mereka menghadirkan kisah haru dengan background kerusuhan di Poso, Sulawesi Tengah lewat film berjudul Tanah Runtuh.

Menariknya, film Tanah Runtuh bukan mengangkat konflik horizontal yang menjadi sejarah kelam, namun kisah haru tentang keluarga, ketulusan, dan kemampuan untuk peduli tanpa syarat. Lewat karakter bernama Ringgo yang diperankan oleh seorang anak down sundrome bernama Ridho Khaliq, masyarakat diajak untuk melihat dunia dengan cara yang jauh lebih tenang dan lebih jujur di tengah kesulitan hidup yang kerap menjadi keluhan banyak orang belakangan ini.

Baca juga: Gisella Anastasia dan Kenny Austin Akting Bareng dalam Sinetron Komedi Terbaru RCTI, Tobat Jatuh Cinta

Di film Tanah Runtuh, Ringgo bukan karakter yang hadir untuk dikasihani atau dijadikan simbol perjuangan. Dia digambarkan sebagai manusia pada umumnya yang utuh dengan rasa takut, rasa sayang, dan cara pandang yang justru menjadi jantung emosional dari keseluruhan film.

“Justru yang paling saya pelajari dari Ringgo adalah cara dia melihat dunia. Dia tidak
melihat banyak sekat, tidak melihat kerumitan. Dia hanya tahu cara menyayangi orang-orang yang dia cintai. Kadang orang dewasa justru terlalu sibuk dan terlalu rumit. Lewat Ringgo, saya diingatkan lagi bahwa hal-hal yang paling penting dalam hidup sebenarnya sangat sederhana,” ujar Rudi Soedjarwo sebagai sutradara.

Film Tanah Runtuh
Konferensi pers film Tanah Runtuh. Foto: Istimewa

Secara garis besar, film Tanah Runtuh sendiri mengikuti perjalanan dua kakak-beradik, Kai (Yoan) dan Ringgo (Ridho Khaliq) yang terpisah dari ibu mereka di tengah kerusuhan di Desa Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah. Bertekad menemukan ibunya, mereka kemudian melakukan perjalanan melintasi berbagai lokasi pengungsian di tengah konflik yang terus berlangsung.

Pertemuan Kai dan Ringgo dengan Idham (Vino G. Bastian), seorang anggota yang ditugaskan untuk menangani kerusuhan yang terjadi akhirnya membuat ketiganya menghadapi perjalanan yang penuh risiko, berbagai situasi yang menguji batas kemanusiaan, hingga akhirnya tidak hanya menemukan apa yang mereka cari, tetapi juga membentuk ikatan keluarga yang tak terduga.

Produser Denny Siregar menegaskan bahwa di film Tanah Runtuh, karakter Ringgo yang mengalami down syndrome menjadi perspektif yang membawa penonton kembali pada kemanusiaan yang paling mendasar. “Lewat Ringgo, saya merasa kita diingatkan kembali pada sesuatu yang sangat sederhana, bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan. Di tengah dunia yang semakin rumit, kadang kita justru belajar dari mereka yang memandang hidup dengan lebih jujur dan lebih tulus,” katanya.

Baca juga: Tayang Mulai 18 Juni, Film Saat Aku Bersuara Angkat Soal Keberanian Penyintas Kekerasan Seksual Menuntut Keadilan

Di sisi lain, Vino G. Bastian mengakui bahwa proses bekerja bersama Ridho meninggalkan kesan yang dalam. Banyak berinteraksi hampir sepanjang cerita, dia menyebut jika karakter Ringgo mengajarkan sesuatu yang sangat berharga untuk melihat dunia saat ini.

“Ada kejujuran, ada cinta, dan ada ketulusan dalam cara Ringgo melihat dunia, sesuatu
yang mungkin mulai jarang kita temukan dalam kehidupan orang dewasa hari ini. Kadang
yang paling penting bukan menjadi yang paling kuat, melainkan tetap punya hati untuk
peduli pada orang lain,” ujar Vino G. Bastian.

Selain nama-nama yang sudah disebutkan, film Tanah Runtuh juga turut dibintangi oleh sejumlah nama lain seperti Sigi Wimala, Jenda Munthe, Tubagus Ali, Agnes Naomi, Jerry Likumahwa, Royhan Hidayat, Tike Priatnakusumah, Luna Allegra, dan Sari Koeswoyo. Filmnya sendiri akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Share This Article