Charlize Theron Ungkap Pengalaman Kelam Soal Penembakan Sang Ayah oleh Ibunya

Yuri Setiawan
4 Min Read

Jakartashowbiz.com – Bintang Hollywood, Charlize Theron bercerita tentang kisah kelam masa lalu terkait kehidupan keluarganya. Berselang puluhan tahun dari kehidupan masa lalunya di Afrika Selatan, bintang film Fast X itu bercerita bagaimana kecanduan alkohol sang ayah membuat kehidupannya bersama sang ibu penuh dengan tekanan.

Dalam wawancara terbaru yang diterbitkan oleh The New York Times, Charlize Theron membagikan salah satu masa sulit yang dialami. Dia menyebut ketangguhannya saat ini secara tidak langsung terbentuk oleh kecanduan alkohol sang ayah dan ketegangan yang terjadi selama di rumah.

Dalam ceritanya, Charlize Theron mengenang jika masa kecilnya di Afrika Selatan didominasi oleh pemandangan orang-orang yang mabuk. Bahkan, ayahnya, Charles Theron, membuat sebuah bar besar di dalam rumah yang membuat situasi tersebut menjadi pemandangan rutin hampir setiap minggu. “Ayah saya sering menghilang, dan kami tidak tahu dia di mana. Dia biasanya kembali dalam kondisi yang cukup parah,” kenang Theron.

Baca juga: Tur Konsernya Batal, Meghan Trainor Dapat Uang Rp117 Miliar Hasil Penjualan Rumah

Kondisi ini kemudian dianggap jadi pemicu seringnya terjadi pertengkaran hebat antara kedua orangtuanya. Meskipun tidak ada kekerasan fisik, Charlize Theron menggambarkan rumahnya sebagai tempat yang penuh dengan ancaman dan kekerasan verbal.

“Hal terburuk bagi saya adalah ketika mereka saling mendiamkan. Setelah pertengkaran besar, mereka tidak akan bicara selama tiga minggu. Saya tidak punya saudara, dan rumah itu seketika menjadi sangat sunyi,” ungkapnya.

Puncak ketegangan antara ayah dan ibunya kemudian terjadi di suatu hari pada tahun 1991. Theron yang saat itu berusia 15 tahun menyaksikan sang ibu menembak mati ayahnya dalam sebuah insiden pembelaan diri.

Charlize Theron
Charlize Theron. Foto: Instagram/@charlizeafrica

Kejadian bermula ketika ayah Theron pulang bersama saudara laki-lakinya dalam kondisi emosi yang tak terkendali. Sang ayah kemudian menembak pintu rumah mereka hingga jebol sambil meneriakkan ancaman.

Mendengar ancaman tersebut, ibunda Charlize Theron berlari ke brankas senjata dan mengambil salah satu diantaranya kemudian segera menuju kamar tidurnya. Situasi menjadi semakin tak terkendali ketika ayah Theron mulai menembakkan senjatanya secara membabi buta.

“Dan ini hal yang luar biasa, tidak ada satu pun peluru yang mengenai kami,” ucap Charlize Theron.

Baca juga: Natalie Portman Hamil Anak Ketiga di Usia 44 Tahun

Saat sang ayah beranjak dari pintu menuju brankas untuk mengambil senapan shotgun sesuai ancamannya, Gerda memutuskan untuk bergerak. Gerda kemudian mengejar suaminya yang sedang berada di depan brankas untuk mengambil senjata tambahan. Dalam momen hidup dan mati tersebut, Gerda melepaskan tembakan yang akhirnya menewaskan suaminya di tempat.

Theron menjelaskan bahwa tragedi tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil dari tekanan yang menumpuk selama bertahun-tahun.

“Penting untuk menjelaskan bahwa hal-hal ini terus menumpuk hingga akhirnya mencapai titik di mana semuanya menjadi sangat salah di rumah saya,” jelas Charlize Theron.

Setelah melalui penyelidikan menyeluruh, pihak kepolisian menyatakan bahwa tindakan Gerda Theron menembak suaminya bukanlah masalah hukum. Itu dianggap respons spontan terhadap ancaman yang nyata dan mematikan sehingga tidak ada tuntutan hukum yang dijatuhkan kepadanya karena kasus tersebut secara resmi dinyatakan sebagai tindakan pembelaan diri (self-defense).

Share This Article