Jakartashowbiz.com – Sheryl Sheinafia melanjutkan produktivitas bermusiknya dengan menghadirkan karya baru. Setelah merilis Siapa Suruh Jatuh Cinta? di awal Februari kemarin, kini Sheryl muncul lagi dengan single berjudul Sendiri.
Namun, tak sedang berbicara tentang cinta, kali ini Sheryl Sheinafia mengangkat tema yang lebih reflektif tentang bagaimana seseorang berhadapan dengan isi pikirannya sendiri. Berawal dari sesi curhat dengan sesama solois, Rahmania Astrini, dia berhasil mengeluarkan seluruh isi kepalanya yang terkadang terasa unik dan berbeda sampai merasa dirinya sulit dipahami oleh orang lain. Dari sana, muncul berbagai kesalahpahaman hingga rencana-rencana yang tidak berjalan sesuai harapan.
“Pada akhirnya, setiap individu tetap harus berdamai dan membenahi isi pikirannya sendiri karena apapun hasilnya, mereka lah yang akan menjalaninya,” kata Sheryl Sheinafia dalam keterangannnya.
Baca juga: Anji Peringati Satu Dekade Perilisan Lagu Ikoniknya dengan Karya Baru
Secara musikal, Sendiri dibangun dengan pendekatan yang lebih sederhana dan kontemplatif. Masih dengan gitar akustik yang identik dengan musik milik Sheryl Sheinafia, aransemen lagu ini cenderung clean dan terasa luas, memberi ruang bagi vokal Sheryl untuk menjadi pusat emosi.
Klimaksnya, lagu Sendiri diakhiri dengan nuansa acapella yang ciamik, seolah-olah Sheryl memberikan afirmasi kepada pendengarnya untuk menelan semua isi kepala mereka sendiri.

Sementara itu, dalam proses kreatifnya, Sheryl Sheinafia menggandeng Rahmania Astrini dalam penulisan lagu, serta bekerja sama dengan Refo Alpha sebagai produser. Kolaborasi ini menghasilkan warna musik yang tetap dekat dengan karakter Sheryl, namun terasa lebih kontemplatif dan personal.
“Refo menghadirkan sentuhan modern pop yang perlahan berkembang tanpa terasa terlalu ramai,” ujar Sheryl Sheinafia.
Di sisi lain, vokal Sheryl di lagu ini terasa lebih jujur dan apa adanya, dengan cara bernyanyi yang santai seperti ngobrol dengan diri sendiri. Hal ini bikin lagu Sendiri terasa dekat dan mudah diterima, terutama oleh mereka yang sering overthinking dan lagi mencoba memahami isi pikirannya sendiri.