Jalan Panjang Film Pelangi di Mars Sampai Akhirnya Segera Naik Layar Bioskop

Yuri Setiawan
3 Min Read
Foto adegan film Pelangi di Mars. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Official trailer film Pelangi di Mars mendapat respon positif dari masyarakat setelah resmi dirilis. Film garapan Mahakarya Pictures bersama sutradara Upie Guava itu berhasil memikat lewat visual yang memukau dan teknis yang dianggap revolusioner bagi industri film Indonesia. Ternyata, ada jalan panjang yang harus dilalui sampai akhirnya bisa segera tayang di bioskop.

Menghadirkan film anak-anak berkualitas ternyata memakan waktu produksi lebih dari lima tahun. Upie Guava yang tumbuh besar dengan asupan film-film sci-fi Hollywood seperti Jurassic Park dan Star Wars, memiliki kerinduan mendalam agar anak-anak Indonesia memiliki pahlawan dan mimpi serupa dari negeri sendiri.

Baca juga: Nggak Cuma Cari Engagement, Maria Alina Ingin Menginspirasi Lewat Konten di Sosial Media

Visi besar inilah yang melahirkan karakter Pelangi, sosok anak pertama yang lahir di Planet Mars. Lewat Pelangi, Upie ingin menceritakan kegigihan anak Indonesia dalam upaya menyelamatkan dunia, sebuah pesan moral yang kuat dibalut dengan kemasan teknologi mutakhir.

“Saya ingin dari menonton Pelangi di Mars, anak-anak Indonesia bisa berpikir kalau mereka boleh bermimpi setinggi langit, dan mereka mampu menggapainya,” ujar Upie Guava.

Pelangi di Mars
Film Pelangi di Mars. Foto: Goodwork

Menggarap film sci-fi di Indonesia bukanlah perkara mudah, terutama ketika Upie Guava bersikeras menggunakan teknologi Extended Reality (XR) atau virtual production. Dendi Reynando, selaku produser, mengenang betapa beratnya fase pengembangan yang mereka lalui.

“Di saat yang bersamaan kami mengembangkan cerita Pelangi di Mars, kami juga memperkenalkan dan mengembangkan teknologi ini di Indonesia. Dari awal kami tahu risikonya, dan kadang kami bahkan mikir kalau membuat film ini hampir mustahil,” ungkap Dendi.

Baca juga: Na Willa Goda Publik dengan Official Poster Kedua jelang Tayang di Momen Lebaran

Dendi mengibaratkan proses lima tahun ini seperti tersesat di belantara hutan yang asing. “Perjalanan film ini seakan-akan kami nyasar di dalam hutan, mencari jalan keluarnya. Untungnya di perjalanan kami banyak orang-orang yang ingin ikut nyasar bareng di hutan, dan akhirnya bisa berhasil keluar dengan hasil yang sesuai,” tambahnya.

Dengan proses panjang yang lebih dulu dilewati, kerja keras lebih dari setengah dekade ini akhirnya siap dipanen. Pelangi di Mars adalah bukti bahwa sineas Indonesia mampu melampaui batasan teknis demi memberikan tontonan yang edukatif sekaligus sinematik.

Film Pelangi di Mars dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran.

Share This Article