Jakartashowbiz.com – Menikah dengan Vika Kolesnaya membuat Billy Syahputra harus menghadapi tantangan dalam urusan anak. Perbedaan budaya antara Indonesia dan negara asal sang istri, Belarus, akhirnya sempat memicu perdebatan kecil di awal masa kelahiran anak pertama mereka.
Dikaruniai anak laki-laki pada akhir September 2025 kemarin, Billy Syahputra mengaku sempat mendapatkan perbedaan pendapat dengan Vika mengenai tradisi membedong bayi dan pemberian air putih. Vika, yang terbiasa dengan budaya barat sempat heran mengapa bayi harus dibedong dan tidak boleh langsung diberi air putih.
“Dulu, awal-awal (punya anak) tuh kayak Vika bilang, ‘untuk apa anak dibedong? Mama bilang tidak usah bedong-bedong’. Terus juga, ‘Anak itu kenapa tidak dikasih air putih? Kasih aja air putih kata mama’,” ungkap Billy Syahputra pada awak media, belum lama ini.
Baca juga: Al Ghazali Sebut Alyssa Daguise jadi Lebih Sensitif Jelang Lahiran
Terkait pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Vika soal cara mengurus anak, Billy pun sebisa mungkin menjelaskan. “Kalau di kultur kita tuh kayak nanti setelah beberapa bulan baru dikasih air kalau untuk sekarang ini kasih susu aja dulu,” sambungnya.
Meski ada perbedaan budaya, Billy dan istri sepakat jika apapum yang dilakukan, semata-mata demi memberikan yang terbaik bagi anak mereka. Billy juga mulai menanamkan nilai-nilai agama pada anaknya dengan hal-hal sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari.
“Yang paling penting adalah parenting kita ya kita ngasih yang terbaik lah buat anak kita, ajari yang baik-baik, terus juga kasih bahasa-bahasa yang baik, segala sesuatunya harus pakai Assalamualaikum, Bismillah, gitu-gitulah pokoknya,” jelas Billy.

Terlepas dari perbedaan tradisi dalam merawat anak, Billy Syahputra dan Vika Kolesnaya sepakat untuk membawa anak mereka untuk pergi ke Eropa dalam waktu dekat. Bukan untuk liburan, itu dilakukan guna mempertemukan anak mereka dengan kakek-neneknya, dalam hal ini orang tua dari Vika yang menetap di Belarusia.
“Insyaallah habis Lebaran kita rencana pengen ke Belarus. Mamanya Vika betul-betul dia nggak berani naik pesawat, seumur hidup belum pernah naik pesawat sejauh itu (Indonesia-Belarus), jadi dia itu sama seperti kayak orang tua gue naik pesawat itu takut banget. Tapi mamanya Vika kan kangen banget sama Vika apalagi pengen ketemu cucunya. Jadi kita harus tunggu insyaallah kalau misalkan ada kesempatan kita terbang ke Belarus,” tutupnya.