Jadi Sekuel Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu, Film Sadali Tayang Awal Februari 2026

Yuri Setiawan
3 Min Read
Poster film Sadali. Foto: MVP

Jakartashowbiz.com – Buat pencinta karya-karya puitis Pidi Baiq, siap-siap dengan kehadiran film berjudul Sadali. Film yang merupakan sekuel dari film drama romantis, Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu akan segera hadir di layar bioskop.

Disutradarai oleh Kuntz Agus, film Sadali menghadirkan kolaborasi lintas generasi yang solid, mulai dari Ajil Ditto, Adinia Wirasti, Hanggini, Chiara Brosnan, hingga Faiz Vishal. Perpaduan akting mereka diharapkan mampu menghidupkan emosi karakter Sadali yang rumit dengan sangat apik dan natural.

Ajil Ditto selaku pemeran utama menaruh harapan besar pada karya yang digarapnya dengan serius ini. “Aku berharap film Sadali ini bisa diterima sama penonton Indonesia. Kita membuat film ini dengan sepenuh hati, semoga sampai juga ke hati para penonton,” kata Ajil Ditto dalam keterangan tertulis yang diterima Jakartashowbiz.

Baca juga: Michelle Ziudith Sebut Perannya di Sinetron Jejak Duka Diandra Sangat Menguras Emosi

Cerita bermula tiga tahun setelah drama perjodohan Sadali (Ajil Ditto) dengan Arnaza (Hanggini) berakhir dan hubungan asmaranya dengan Mera (Adinia Wirasti) kandas di tengah jalan. Sadali yang kini berusia 26 tahun memilih menepi dan menetap di Magelang untuk menekuni hidup sebagai pelukis. Bersama asisten pribadinya, dia sibuk mempersiapkan pameran tunggal yang menjadi pertaruhan terbesar dalam karier seninya.

Sayangnya, ketenangan hidup yang dijalani perlahan terusik. Semuanya berubah ketika Sadali kembali bertemu sahabat lama yang membawa kabar mengejutkan bahwa Mera akan segera menikah. Tak lama berselang, takdir mempertemukan mereka dalam situasi yang tak terduga. Situasi makin runyam dengan disusul perjumpaan canggung Sadali dengan Arnaza.

Film Sadali
Poster film Sadali. Foto: MVP

Mera dan Arnaza adalah dua sosok wanita dari masa lalu Sadali yang meninggalkan luka dan pertanyaan yang belum selesai. Kini, Sadali terjebak di antara penyesalan, cinta yang tertahan, dan pencarian jati diri yang belum usai. Sadali dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan masa lalu, atau menemukan makna baru dalam cinta dan seni yang dia jalani.

Sebagai adaptasi dari karya sastra milik Pidi Baiq, film ini menawarkan kisah yang relate banget dengan kehidupan sehari-hari. Namun, film ini disebut bukan sekadar adaptasi cerita, tapi sebuah perjalanan perasaan. Penonton akan diajak memahami arti cinta, kehilangan, dan proses pendewasaan diri melalui sudut pandang yang jujur saat menyaksikannya di bioskop mulai 5 Februari 2026 mendatang.

Share This Article