Jakartashowbiz.com – Dalam beberapa tahun terakhir, sosok Luna Maya identik dengan sejumlah film bergenre horor. Bahkan, publik mulai mendapuk dirinya sebagai Ratu Horor berkat intensitasnya bermain dalam film bertema mistis tersebut. Sadar akan hal tersebut, Luna pun mengambil keputusan besar.
Setidaknya, untuk tahun 2026 mendatang, istri dari Maxime Bouttier itu bertekad untuk berhenti sementara mengambil proyek film horor. Keputusan itu diambil agak dirinya tak selalu diidentikkan dengan genre tersebut.
“Kalau horor aku lagi hiatus dulu? Lagi mau rebranding aja, kan, ‘Luna Ratu horor, Luna Ratu Horor,'” ungkapnya dalam program FYP Trans 7.
Baca juga: 8 Film Bioskop Indonesia dengan Jumlah Penonton Paling Sedikit Tahun Ini, Nggak Sampai 1000 Orang
Lebih lanjut, Luna merasa perlu melakukan penyegaran terhadap kariernya di industri perfilman Tanah Air. Dia tidak ingin predikat Ratu Horor yang kadung melekat justru mempersempit ruang kreativitasnya di dunia seni peran.
“Padahal aku juga pengin dikenalnya sebagai aktor. Kalau aktor kan bisa berbagai genre,” kata Luna.
“Sebagai aktor, mau di komedi, mau apa juga bisa. Tapi ini kayak di specified, kayaknya kalau Luna, horor deh. I don’t want that,” lanjutnya kemudian.

Selain urusan rebranding karier, ternyata ada juga alasan personal yang membuat Luna Maya akan lebih selektif menerima pekerjaan di seni peran tahun depan. Itu tak terlepas dari keinginannya menjalani program anak untuk pernikahannya dengan Maxime Bouttier. Jika pun menerima tawaran syuting, Luna memastikan jika film tersebut bukan bergenre horor, memiliki tema dan cerita yang menarik, serta datang di saat dirinya belum berbadan dua.
“Tahun depan udah nggak ngambil film, kecuali ada proyek bagus banget, di luar horor, ya mungkin akan dipertimbangkan, kalau misal belum hamil,” pungkasnya.
Memang, dalam beberapa waktu belakangan proyek film yang melibatkan Luna Maya didominasi dengan genre horor. Film-film tersebut antara lain Suzzanna: Bernapas dalam Kubur, Rumah Kentang: The Beginning, Panggonan Wingit, hingga Sumala.