Jakartashowbiz.com – Industri hiburan dunia baru saja diguncang oleh kesepakatan bernilai fantastis. Layanan streaming raksasa, Netflix, dikabarkan secara resmi telah membeli studio film dan televisi legendaris, Warner Bros. Discovery Inc (WBD). Nggak tanggung-tanggung, nilai transaksinya ditaksir mencapai angka yang USD72 miliar atau sekitar Rp1.200 triliun.
Transaksi tunai dan saham ini bernilai USD27,75 per lembar saham WBD. Pembelian ini tercatat sebagai penggabungan terbesar dalam sejarah dunia hiburan modern sekaligus menjadi langkah berani yang menunjukkan ambisi Netflix untuk mendominasi pasar global.
Baca juga: Jessica Alba Spill Satu Adegan Memalukan Saat Main Film Fantastic Four
Salah satu CEO Netflix, Ted Sarandos, sangat optimis bahwa langkah ini akan memanjakan para penonton setia mereka dengan pilihan tontonan yang jauh lebih variatif dan berkualitas. “Dengan menggabungkan koleksi acara dan film Warner Bros yang luar biasa, kami akan mampu melakukannya dengan lebih baik lagi,” ujarnya dalam rilis resmi Netflix, dikutip dari CNN Indonesia.

Visi Netflix ke depannya sangat jelas, yaitu menjadi rumah bagi segala jenis cerita yang disukai penonton. Dengan sumber daya yang kini melimpah, mereka siap menciptakan era baru dalam dunia hiburan.
“Bersama-sama, kita bisa memberikan lebih banyak hal yang kita sukai kepada penonton dan membantu mendefinisikan abad penceritaan berikutnya,” lanjutnya.
Akuisisi ini membuat Netflix kini memegang kunci akses ke katalog film yang super luas dan layanan streaming bergengsi HBO Max. Artinya, koleksi klasik Warner Brothers seperti Casablanca dan Citizen Kane, hingga franchise blockbuster raksasa macam Game of Thrones dan Harry Potter, semuanya bakal berada di bawah satu payung Netflix.

Di sisi lain, CEO dan Presiden Warner Bros, David Zaslav, juga menyambut antusias kesepakatan ini. “Pengumuman hari ini menggabungkan dua perusahaan penceritaan terhebat di dunia,” kata Zaslav.
Pembelian ini dinilai sebagai konsolidasi industri hiburan terbesar selama beberapa dekade terakhir. Sebelumnya, rekor penggabungan terbesar dipegang oleh Disney saat mengakuisisi Fox pada tahun 2019 lalu.
Namun, dominasi Netflix ini ternyata juga menuai pro dan kontra. Terlepas dari nominal yang fantastis itu, akuisisi Netflix terhadap Warner Bros menuai kritik tajam dari berbagai pihak.
Para pelaku industri perfilman papan atas Hollywood kabarnta mulai menyuarakan kekhawatiran mereka. Mereka takut jika warisan sinema Warner Bros akan berakhir tragis di tangan Netflix. Selain itu, ada pula ketakutan jika Netflix akan membatasi perilisan film-filmnya di bioskop, yang tentu saja bisa mengancam eksistensi layar lebar di masa depan.